Imigrasi Palembang Perketat Pengawasan terhadap Imigran Gelap

Agregasi Antara, · Kamis 20 April 2017 12:16 WIB
https: img.okezone.com content 2017 04 20 512 1672279 imigrasi-palembang-perketat-pengawasan-terhadap-imigran-gelap-tzGBRnhWke.jpg ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

PALEMBANG - Petugas Kantor Imigrasi Kelas I Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), berupaya memperketat pengawasan beberapa jalur yang biasa dijadikan pintu masuk imigran gelap atau tidak memiliki dokumen keimigrasian yang sah.

"Tindakan memperketat pengawasan pintu masuk imigran gelap tersebut perlu diintensifkan sehingga daerah ini tidak dijadikan sebagai tempat pelarian untuk mencari suaka politik seperti yang ditemukan pada beberapa tahun terakhir," kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Palembang, Budiono Setiawan, di Palembang, Kamis (20/4/2017).

Menurut dia, dengan pengawasan ketat tersebut diharapkan dapat menghilangkan pandangan warga negara asing bahwa Indonesia sebagai salah satu negara yang mudah dimasuki untuk mencari suaka politik ke beberapa negara yang mereka inginkan.

Tindakan pengawasan ketat yang dilakukan petugas Imigrasi beberapa tahun terakhir cukup efektif karena dapat dicegah masuknya imigran gelap.

"Sejak Januari hingga April 2017 ini belum ditemukan satupun imigran gelap, seperti beberapa tahun sebelumnya berhasil diamankan belasan imigran gelap yang berasal dari negara Pakistan dan Afghanistan," ujarnya.

Budiono menjelaskan, sebagai gambaran di wilayah Sumatera Selatan daerah dan jalur yang biasa dijadikan jalur pintu masuk oleh imigran gelap yakni daerah perbatasan Sumsel dengan Jambi seperti Kabupaten Musi Banyuasin, Banyausin, dan Kota Palembang.

Berdasarkan informasi dan data yang dihimpun dari para imigran yang ditangkap, sambungnya, mereka masuk ke wilayah provinsi ini dengan melakukan perjalanan darat dari Riau ke Jambi dan melanjutkan perjalanan melalui jalan lintas timur Sumatera Palembang-Lampung menuju perwakilan PBB di Jakarta.

Untuk melakukan pengawasan ketat agar bisa mencegah masuknya imigran gelap tersebut, selain menempatkan petugas bagian pengawasan dan penindakan keimigrasian di sejumlah lokasi tertentu, pihaknya juga berkoordinasi dengan aparat kepolisian terutama di jalan lintas Sumatera, serta petugas keamanan bandara.

Ditambahkannya, selain berkoordinasi dengan aparat kepolisian, keamanan bandara, dan instansi terkait lainnya, pihaknya juga mengharapkan partisipasi masyarakat dengan melaporkan kepada petugas imigrasi atau aparat kepolisian terdekat jika melihat ada imigran yang dicurigai tidak memiliki izin resmi di sekitar permukiman atau tempat aktivitasnya.

"Warga negara asing yang terbukti masuk ke daerah ini tanpa izin atau tidak memiliki dokumen keimigrasian yang sah diamankan di ruang detensi keimigarasian sebelum dilakukan tindakan berupa sanksi administrasi dan hukum sesuai ketentuan yang berlaku seperti dideportasi ke negara asalnya, serta diserahkan kepada perwakilan PBB di Jakarta," tutupnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini