Image

Presiden Prancis Kumpulkan Pejabat Hankam Pasca-penembakan di Paris

Agregasi Antara, Jurnalis · Jum'at, 21 April 2017 - 15:49 WIB
Polisi berjaga-jaga usai insiden penembakan di dekat istana kepresidenan Prancis. (Foto: Reuters) Polisi berjaga-jaga usai insiden penembakan di dekat istana kepresidenan Prancis. (Foto: Reuters)

PARIS - Presiden Prancis Francois Hollande akan mengumpulkan para pejabat pertahanan pasca-insiden penembakan di Champs Elysees di Paris. Tragedi itu menewaskan seorang polisi dan melukai dua lagi.

Pertemuan itu dijadwalkan berlangsung pukul 08.00 waktu Paris. Hollande sendiri mengeluarkan pernyataan di luar Elysee Palace setelah pertemuan dengan Perdana Menteri Bernard Cazeneuve dan Menteri Dalam Negeri Matthias Fekl.

Ia meyakini bahwa serangan itu "berkaitan dengan teror", demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat (21/4/2017). Ia juga menjanjikan langkah keamanan "yang sepenuhnya siaga" bagi pemilihan presiden mendatang, yang dijadwalkan dimulai pada Minggu 23 April.

"Setiap orang akan memahami bahwa perasaan saya bersama keluarga polisi yang tewas, dan polisi yang cedera. Kita harus menyadari polisi kita terpajan, dan saya menyampaikan kembali komitmen yang telah saya sampaikan," kata Hollande.

Kelompok garis keras telah mengaku bertanggung-jawab atas penembakan tersebut. Penembakan di Paris terjadi sekitar pukul 20.00 waktu setempat Kamis di jalan pertokoan Champs Elysees di Paris Tengah. Pelaku penyerangan ditembak hingga tewas.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming