Image

Tuntutan Rendah Ahok Tunjukkan Matinya Penegakan Hukum

Fahreza Rizky, Jurnalis · Jum'at, 21 April 2017 - 10:35 WIB
Kasus dugaan penistaan agama, Ahok dituntut satu tahun penjara (Foto: Antara) Kasus dugaan penistaan agama, Ahok dituntut satu tahun penjara (Foto: Antara)

JAKARTA - Ketua Presidium Perhimpunan Masyarakat Madani (PRIMA) Sya'roni menilai, tuntutan ringan JPU kepada terdakwa kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menunjukkan matinya penegakan hukum yang berkeadilan.

"Penuntut yang ringan menunjukkan matinya penegakkan hukum yang berkeadilan," kata Sya'roni kepada Okezone, Jumat (21/4/2017).

Pasalnya, selama ini dalam kasus penistaan agama selalu diberi tuntutan yang sangat berat dan pelakunya pun langsung ditahan. Namun, khusus dalam kasus serupa ini, Ahok justru malah bebas berkeliaran dan mendapatkan tuntutan ringan dari JPU.

"Kasus ini bisa menjadi preseden buruk terhadap penegakkan hukum di masa yang akan datang," ujar dia.

Jaksa Penuntut Umum dalam persidangan perkara penistaan agama menuntut Ahok satu tahun penjara dengan percobaan selama dua tahun. JPU menilai terdakwa Ahok terbukti bersalah melakukan tindak pidana di muka umum, melakukan penghinaan atau ujaran kebencian.

(ran)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming