Image

Polisi Tangkap Dua Penimbun Minyak Goreng yang Akan Diedarkan saat Ramadan

Badriyanto, Jurnalis · Jum'at, 21 April 2017 - 16:49 WIB
Dua pelaku penimbunan minyak goreng (Foto: Badriyanto/Okezone) Dua pelaku penimbunan minyak goreng (Foto: Badriyanto/Okezone)

JAKARTA - Subdit Sumdaling Ditreskrimsus Polda Metro Jaya meringkus dua orang penimbun minyak goreng ilegal yang menyebabkan pasokan dan harga di pasar tidak stabil. Keduanya diketahui berinisial KS (45) berperan sebagai sopir truk dan TA (50) sebagai penadah hasil kejahatan.

Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Wahyu Hadiningrat menuturkan, penangkapan bermula dari laporan warga dan dilakukan pada Senin 13 Maret 2017 di Jalan Cilincing-Cakung, Jakarta Timur, saat keduanya melakukan transaksi.

"Dari TKP ditemukan satu unit truk tangki bermuatan 15.540 kg goreng dan dipenampungan juga ditemukan 200 kg hasil penadahan truk-truk sebelumnya," ungkap Wahyu di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (21/4/2017).

Wahyu menyampaikan, mereka melancarkan aksinya sejak 2015 dengan cara tersangka KS mengurangi muatan minyak goreng dengan merusak segel dari pabrik kemudian dibeli dan ditimbun oleh TS. Minyak goreng tersebut berasal dari Maronda, Jakarta Utara, yang akan dikirim ke agen di daerah Bandung, Jawa Barat.

"Tersangka TA sebagai penadah membeli dengan harga murah, yaitu Rp6.500 perkilogram kemudian dijual Rp9000 per kilogram, keuntungannya Rp2.500 per kilogram. Di mana harga minyak goreng curah di pasaran Rp11.000 sampai dengan Rp15.000 per kilogram," imbuhnya.

Dikatakan Wahyu, dalam sebulan tersangka bisa menimbun minyak goreng sebanyak 10 ton dan mereka berencana akan mengedarkan minyak goreng tersebut pada saat Ramadan setelah harga bahan pokok di pasaran mulai naik.

Tersangka TA dikenakan Pasal 480 KUHP, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara, sementara KS dikenakan Pasal 374 juncto pasal 372 KUHP dan atau Pasal 32 ayat 2 juncto pasal 30,31 UU RI nomor 2 tahun 1981 tentang Metrologi Legal dan Pasal 62 ayat 1 juncto Pasal 8 ayat 1 UU RI nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming