Image

FOKUS: Good! Anies Tak Buang Waktu Upayakan Transisi dengan Ahok

Randy Wirayudha, Jurnalis · Jum'at, 21 April 2017 - 20:11 WIB
Anies Rasyid Baswedan (kiri) & Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat bertemu di Balai Kota DKI (Foto: SINDO) Anies Rasyid Baswedan (kiri) & Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat bertemu di Balai Kota DKI (Foto: SINDO)

MASA bakti Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta terpilih untuk periode 2017-2022 memang masih terbilang lama. Enam bulan sampai petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) merampungkan masa jabatannya Oktober 2017 mendatang.

Pun begitu, Anies seolah enggan buang waktu. Anies yang berpasangan dengan Sandiaga Uno dan memenangkan putaran kedua Pilkada DKI 2017 belum lama ini, langsung mendatangi Ahok di Balai Kota DKI pada Kamis, 20 April pagi, sebelum Ahok berangkat untuk sidang kasus penistaan agama di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Dua hal yang jadi inti pembicaraan gubernur incumbent dan sosok yang akan jadi suksesornya itu. Tidak lain adalah rekonsiliasi pasca-masyarakat DKI yang tersegregasi, tersekat-sekat dan terpolarisasi antara dua pendukung.

Kedua, tentu menyiapkan transisi. Yang jadi pembicaraan penting di aspek ini adalah sinkronisasi anggaran. Pasalnya penyusunan anggaran tahun 2018 yang nantinya akan jadi “pegangan” Anies, sudah mulai disusun tahun ini.

Ya Anies merasa harus segera menyinkronkan anggaran tahun depan demi terwujudnya beragam program yang dijanjikan pada masa kampanye. (Baca: FOKUS: Pilkada DKI Usai...Yuk Bersati Lagi demi Jakarta Damai, Indonesia Permai)

“Jadi kalau tidak ada pembicaraan sekarang, anggaran 2018 yang disusun saat ini tidak mencerminkan rencana yang dijanjikan dalam kampanye gubernur baru. (Bisa jadi program-program) baru bisa dilaksanakan 2019,” ungkap Anies di Balai Kota, Kamis 20 April.

Tim Anggaran Pemerintah Daerah juga akan dipertemukan dengan tim anggaran Anies-Sandi, demi bisa menerjemahkan program-program mereka sebelumnya. Sementara Ahok juga ternyata punya permintaan.

Ahok menyampaikan kepada Anies, bahwa partai-partai pendukung Anies-Sandi yang punya wakil-wakilnya di DPRD DKI, agar mempercepat pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2017 dulu.

“Saya sampaikan, ini kan APBD-P saya yang menyusun. Nah, tentu kita mesti duduk bareng disampaikan ke partai pendukungnya, jangan sampai nanti deadlock. Kalau begitu, saya keluar Oktober, APBD-P baru disusun enggak keburu pengerjaannya. Itu yang kita harap bisa dipercepat,” timpal Ahok.

Diketahui, dari partai-partai pendukung Anies-Sandi di masa kampanye, setidaknya mereka hanya punya tiga fraksi. Yakni Partai Gerindra, PAN dan PKS. Wakil Ketua DPRD DKI M Taufik, turut mengamini dan berharap 7 fraksi lainnya tidak jadi pengganjal.

“DPRD mendukung selama kepentingannya untuk rakyat. DPRD tidak begitu (menghambat), kita bukan seperti DPR,” cetus M Taufik, dikutip dari Koran SINDO edisi Jumat (21/4/2017).

Tidak hanya Anies dan Ahok yang berinisiatif “kopdar” alias kopi darat alias saling ketemu. Sandi juga ternyata punya niat mengajak Djarot “kopdar” juga dan sudah dikomunikasikan sejak Kamis 20 April yang tentunya, juga untuk membahas arah kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI.

“Saya sudah SMS (short message service/layanan pesan singkat) kemarin. Kita sudah tek-tokan berkali-kali. Tapi saya lagi minta waktu ketemu Pak Djarot dan belum dapat kabar. Saya mau cek beliau available, enggak> Saya ngundang makan malam sih, sebetulnya,” timpal Sandi.

Semoga upaya awal transisi ini berjalan lancar demi terwujudnya program-program Anies-Sandi untuk rakyat yang sudah digembar-gemborkan. Semoga juga Anies-Sandi amanah dan tidak ingkar terhadap beragam janji untuk berpihak kepada rakyat kecil.

(raw)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming