Image

Beberapa Rekomendasi Kompolnas Terkait Penembakan Satu Keluarga di Lubuklinggau

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis · Jum'at, 21 April 2017 - 14:50 WIB
Yotje Mende. (Foto: Sindonews) Yotje Mende. (Foto: Sindonews)

LUBUKLINGGAU - Aksi brutal oknum Shabara Polres Lubuklinggau yang memberondong tembakan terhadap satu keluarga terus mendapat kecaman.

Komisi Polisi Nasional (Kompolnas) pun langsung turun ke Kota Lubuklinggau, Provinsi Sumatera Selatan untuk mengawasi dan mengawal kasus penembakan ini.

Dari hasil investigasi di lapangan, rekomendasi Kompolnas terhadap penanganan kasus penembakan tersebut di antaranya, meminta kasus ini untuk tetap diproses secara pidana dan kode etik.

Kemudian, pemeriksaan internal oleh kapolres terhadap anggota Polri yang tidak menjalankan razia saat kejadian perkara. Sebab ada anggota yang tidak hadir dalam razia tersebut.

"Karena ini ada dua aspek, ada  pelanggaran kode etik profesi dan disiplin, nah kemungkinan ada yang lain tidak disiplin, nah yang lain itu harus diperiksa dan ditindak tegas selain dari pelaku penembakan," jelas anggota Kompolnas Yotje Mende.

Kompolnas juga me‎rekomendasikan bahwa apa yang sudah dilakukan polda harus diteruskan, mulai dari kode etik dan pidana guna mewujudkan polisi profesional dan mandiri dan tidak terpengaruh intervensi manapun.

"Pelaku hanya satu orang. Kompolnas juga meminta agar anggota polisi yang tidak ikut dalam razia namun tercantum di dalam sprin diberikan sanksi disiplin juga selain dari pelaku," pungkasnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming