Image

Polda Sumsel: Brigadir K Bisa Diberhentikan dengan Tidak Hormat

Melly Puspita, Jurnalis · Jum'at, 21 April 2017 - 22:00 WIB
Honda City yang diberondong tembakan (foto: Era Neizma) Honda City yang diberondong tembakan (foto: Era Neizma)

PALEMBANG - Kasus penembakan satu keluarga yang dilakukan oleh Brigadir K menjadi kenyataan pahit untuk dirinya, lantaran perbuatan tersebut melanggar Kode Etik Kepolisian serta terancam hukuman penjara di atas lima tahun.

Bukan hanya itu, menurut Kapolda Sumsel, Irjen Pol Agung Budi Maryoto, Brigadir K yang ditugaskan di Polres Lubuk Linggau tersebut bisa saja dilakukan pemberhentian dengan tidak hormat (PTDH) karena ancaman hukuman penjara akibat ulah yang dia lakukan di atas empat tahun penjara.

"Pemecatan itu bisa saja dilakukan karena Pasal 359 itu hukumannya lima tahun kurungan penjara. Dan sesuai dengan peraturan Kapolri, bagi anggota yang dihukum penjara lebih dari empat tahun itu bisa di-PTDH," tutur Kapolda, Jumat (21/04/2017)

Pasal yang dilanggar oleh Brigadir K sendiri yakni Pasal 359 junto 360 KUHP dengan ancaman di atas lima tahun kurungan penjara.

Polda Sumsel sendiri rencananya akan segera melimpahkan berkas perkara tersebut apabila dinyatakan lengkap.

Diketahui, terkait kejadian ini, Polda Sumsel langsung memeriksa 11 anggotanya. Salah satu anggota yang diperiksa yakni anggota berpangkat perwira yang bertanggung jawab melaksanakan razia gabungan saat insiden penembakan itu terjadi.

Satu keluarga yang berada di dalam mobil Honda City bernopol BG 1488 ON, diberondong peluru aparat saat melintas di Jalan HM Soeharto, Kelurahan Simpang Periuk, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, Selasa (18/4).

Akibatnya, satu orang tewas di lokasi dan lima orang kritis karena dihujani tembakan. Keenam korban yakni, korban tewas, Surini (50), tertembak bagian perut dan beberapa bagian tubuh. Kemudian, Indra (35), tertembak dibagian tangan kiri tembus, Gatot Sundari (29) mengalami luka tembak bagian pungung.

Selanjutnya, Novianti (3), luka tembak lengan sebelah kanan, Genta Wicaksono (3), luka, dan Dewi Arlina (3,9), luka tembak bagian lengan sebelah kiri. Sementara, Galih (6) yang diperkirakan duduk di kursi sebelah sopir tidak mengalami luka tembak, namun mengalami trauma.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming