Image

Tudingan Hoax ke Anies-Sandi Tak Akan Ubah Hasil Pilkada DKI

Salsabila Qurrataa'yun, Jurnalis · Sabtu, 22 April 2017 - 07:00 WIB
Anies-Sandi (Foto: Okezone) Anies-Sandi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno bakal menjadi gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 berdasarkan dari hasil hitung cepat KPU DKI. Namun, keduanya kembali diserang info tak sedap yang ditengarai untuk mendeskriditkan mereka.

Pengamat politik Hendri Satrio mengatakan, adanya fitnah yang menyerang Anies-Sandi tidak mempengaruhi hasil penghitungan surat suara putaran kedua Pilkada DKI. Jadi, sebaiknya hoax ditinggalkan saja.

"Nah, perihal apa yang sudah terjadi di kampanye sebaiknya di tinggalkan saja. Toh, tidak mengubah apa-apa, segala macam bentuk hoax harusnya selesai saja," katanya kepada Okezone, Sabtu (22/4/2017).

Selain itu, Hendri meminta aparat kepolisian dapat menindak tegas penyebar berita bohong atau hoax seperti buzzer yang berkeliaran di media sosial. Sebab, merekalah yang membuat situasi politik menjadi panas.

"Justru para buzzer-buzzer yang membuat situasi kacau balau dan kembali panas ini harus segera ditindak oleh aparat keamanan. Jadi, jangan lagi ada buzzer media sosial ini membuat hoax yang tidak perlu. Yang akhirnya meresahkan masyarakat Jakarta," ujarnya.

Kepada semua pihak, Hendri juga meminta untuk menyudahi pemberitaan bohong karena Pilkada DKI sudah berakhir dan KPU DKI sudah merilis hasil hitung cepat surat suara.

"Iyalah distop aja semuanya kan sudah sudah selesai juga pencoblosan. Walau sekarang kita tinggal menunggu hasil resmi dari KPUD walau pun hasil hitung cepat sudah keluar," tutupnya.

Seperti diketahui, Anies-Sandi kembali diterjang isu miring. Melalui akun Facebook Sumanto Al Qurtubi menyatakan adanya pertemuan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta terpilih itu dengan para konglomerat. Padahal, tudingan tersebut merupakan fitnah.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming