Image

Polisi Telusuri Kepemilikan Mobil dalam Razia Berdarah di Lubuklinggau

Dara Purnama, Jurnalis · Sabtu, 22 April 2017 - 02:00 WIB
Sedan Honda City dalam razia berdarah di Lubuklinggau (Foto: Okezone) Sedan Honda City dalam razia berdarah di Lubuklinggau (Foto: Okezone)

JAKARTA - Sedan Honda City dengan nomor polisi BG 1488 ON yang menerobos razia cipta kondisi di Jalan HM Soeharto Kelurahan Simpang Periuk, Kecamatan Lubuklinggau, pada Selasa 18 April 2017 lalu diketahui berplat nomor palsu.

Diduga kuat karena alasan inilah pengemudi kabur yang berujung akan aksi tembak oleh anggota Polres Lubuklinggau Brigadir K. Akibatnya, satu anggota keluarga yang berada di dalam mobil meninggal dunia karena luka tembakan.

Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Rikwanto menjelaskan, setelah diinterograsi alasan pengemudi kabur adalah menghindari razia.

"Karena yang bersangkutan (pengemudi) juga tidak memiliki SIM. Yang kedua, mobil tersebut tertempel plat mobil palsu. Jadi, BG 1488 ON ini plat mobil tempelan yang tidak sesuai," katanya di Kompleks Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (21/4/2017).

Plat asli dari mobil sedan itu, lanjut mantan Kapolres Klaten itu, berasal dari wilayah Jakarta dan milik sebuah yayasan. Hal tersebut juga didalami kepolisian terkait alasan penggunaan plat mobil palsu tersebut.

"Ini yang sedang kita dalami juga kenapa menggunakan plat mobil tempelan palsu dan mobil tersebut milik siapa sebenarnya," sambungnya.

Ketika disinggung apakah mobil tersebut adalah mobil curian, Rikwanto mengatakan, tengah diselidik pihak kepolisian. "Ya, sedang kita dalami ya, karena itu ada STNK-nya plat B di Jakarta. Apakah itu pinjaman atau ada hal-hal lain kita sedang dalami status mobil itu sendiri," tukasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban tewas bernama Surini (50). Ia tewas lantaran lima peluru menerjang paha kiri, perut sebelah kiri, dan tiga peluru merobek bagian bawah payudara sebelah kanan.

Sementara lima korban lainnya adalah Indra (35) tertembak di bagian tangan kiri hingga tembus, Gatot Sundari (29) luka tembak di bagian punggung, Novianti (31) luka tembak lengan sebelah kanan, Genta Wicaksono, bocah berusia 3 tahun terluka di kelapa di atas telinga sebelah kiri, dan Dewi Arlina (39), luka tembak di lengan sebelah kiri hingga tembus dan Galih (6) yang duduk di sebelah sopir tidak mengalami luka tembak, namun trauma.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming