Image

Lokasi Razia Berdarah di Lubuklinggau Rawan Begal dan Jalur Narkotika

Dara Purnama, Jurnalis · Sabtu, 22 April 2017 - 02:59 WIB
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto (Foto: Okezone) Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto (Foto: Okezone)

JAKARTA - Lokasi razia cipta kondisi yang berujung maut di Jalan HM Soeharto, Kelurahan Simpang Periuk, Kecamatan Lubuklinggau, Sumatera Selatan adalah daerah terpencil yang rawan akan aksi kejahatan.

"Ya memang jalur tersebut ada beberapa kejadian yang pernah terjadi, lokasinya 300 kilometer dari Palembang. Itu jalur begal juga ya, kemudian jalur narkotika dan perampokan. Jadi, asumsi yang beredar di aparat keamanan itu jalur rawan," kata Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Rikwanto di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (21/4/2017).

Sebelumnya di lokasi tersebut, sebuah mobil sedan Honda City terjaring razia. Namun, dengan nekat pengemudi bernama Indra menerobos polisi. Alhasil, polisi mengejar mobil yang diketahui memakai plat paslu BG 1488 ON dan menghujani tembakan yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan lima penumpang lainnya luka akibat tembakan.

"Makanya kalau ada razia yang melarikan diri kemudian dikejar dan tidak berhenti, lalu diberikan tembakan tidak berhenti juga makanya mereka (polisi yang betugas) berpikiran ini adalah pelaku kejahatan yang memang sengaja menghindari kepolisian," beber Rikwanto.

Polisi yang menembak itu diketahui adalah Brigadir K yang merupakan anggota Polres Lubuklinggau. Karena tindakan tidak terukurnya itu, ia harus berurusan dengan Propam Polda Sumsel dan Propam Mabes Polri untuk menjalani pemeriksaan karena diduga kuat menyalahi Peraturan Kapolri Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan Dalam Tindakan Kepolisian.

"Jadi, tindakan (menembak) dilakukan apabila membahayakan petugas dan membahayakan masyarakat. Jadi, harus ada unsur ancaman di situ. Itu kategorinya. Jadi, bukan terlalu mudah untuk melepaskan tembakan, padahal dinilai waktu itu keadaannya belum merupakan ancaman yang serius bagi petugas atau pun bagi masyarakat," kata mantan Kapolres Klaten ini.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban tewas bernama Surini (50). Ia tewas lantaran lima peluru menerjang paha kiri, perut sebelah kiri, dan tiga peluru merobek bagian bawah payudara sebelah kanan.

Sementara lima korban lainnya adalah Indra (35) tertembak di bagian tangan kiri hingga tembus, Gatot Sundari (29) luka tembak di bagian punggung, Novianti (31) luka tembak lengan sebelah kanan, Genta Wicaksono, bocah berusia 3 tahun terluka di kelapa di atas telinga sebelah kiri, dan Dewi Arlina (39), luka tembak di lengan sebelah kiri hingga tembus dan Galih (6) yang duduk di sebelah sopir tidak mengalami luka tembak namun trauma.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming