nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Minat Baca Masih Rendah, DPR Sahkan RUU Perbukuan

Susi Fatimah, Jurnalis · Senin 24 April 2017 11:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 04 24 65 1675079 minat-baca-masih-rendah-dpr-sahkan-ruu-perbukuan-WkNXmiB0fs.jpg Foto: Istimewa

JAKARTA - Masalah perbukuan masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Indonesia. Dalam catatan Unesco, minat baca bangsa Indonesia berada pada angka 0,0001 yang artinya hanya ada 1 orang yang membaca tiap 1.000 penduduk.

Sementara itu, data dari World’s Most Literate Nations tahun 2016 menunjukkan daya literasi Indonesia menempati posisi 60 dari 61 negara, yaitu satu tingkat di atas Bostwana dan kalah beberapa tingkat dari negara-negara ASEAN, seperti Singapura, Thailand, dan Malaysia.

"Potret minat baca yang rendah pada sebagian masyarakat Indonesia tersebut, masih menjadi isu pembangunan kapasitas SDM Indonesia dalam rangka menyiapkan masyarakat berbasis pengetahuan," ujar Ketua Komisi X DPR, Teuku Riefky Harsya dalam siaran persnya, Senin (24/4/2017).

Kemarin, DPR RI mengesahkan RUU tentang Sistem Perbukuan bertepatan dengan Hari Buku Sedunia yang jatuh pada Minggu 23 April 2017.

Riefky menilai, pihaknya selaku lembaga legislatif memandang sistem perbukuan harus diperkuat dan diatur dalam sebuah undang-undang yang memiliki konsep dan arah kebijakan mewujudkan buku yang terjamin dari segi mutu, dari keterjangkauan harga (murah), dan dari segi akses yang merata.

"RUU tentang Sistem Perbukuan merupakan landasan hukum (legal standing) kebijakan perbukuan yang mendorong diperlukan politik anggaran perbukuan yang difokuskan pada penyediaan buku yang bermutu, murah, dan merata," tutur pria asal Aceh itu.

Menurutnya, peningkatan minat baca tidak bisa dicapai hanya dari sisi pemerintah yang membuat kebijakan, namun merupakan kerja sama seluruh elemen masyarakat, jika dikaitkan dengan substansi RUU tentang Sistem Perbukuan, maka peran serta pemerintah, pemerintah daerah, masyarakat, dan pelaku perbukuan untuk menciptakan dan memajukan ekosistem perbukuan yang sehat.

Dia menegaskan, ekosistem perbukuan merupakan tempat tumbuh dan berkembangnya Sistem Perbukuan yang sehat untuk menghasilkan buku bermutu, murah, dan merata yang ditandai dengan interaksi positif antar pemangku kepentingan perbukuan dalam membangun dan meningkatkan budaya literasi.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini