nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

DPRD Jabar Desak Pengawasan terhadap Angkutan Umum Diperketat

Agregasi Antara, Jurnalis · Selasa 25 April 2017 15:06 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 04 25 525 1675898 dprd-jabar-desak-pengawasan-terhadap-angkutan-umum-diperketat-LfrPucIFcx.jpg ilustrasi (Foto: Ist)

BANDUNG - DPRD Jawa Barat (Jabar) meminta agar pemerintah daerah melalui Dinas Perhubungan (Dishub) agar lebih memperketat pengawasan dan pemeriksaan terhadap angkutan umum untuk mencegah terjadinya kasus kecelakaan maut, seperti di Jalur Puncak, Kabupaten Bogor, beberapa waktu lalu.

"Terkait adanya kasus kecelakaan maut di Puncak beberapa hari lalu dan kemarin juga di Ciwidey, intinya atau titik beratnya adalah terletak pada pengawasan terhadap angkutan umum dan perusahaan otobus oleh dinas terkait dalam hal ini dinas perhubungan," kata Wakil Ketua Komisi IV DPRD Jawa Barat, Daddy Rohanady, Selasa (25/4/2017).

Politisi dari Fraksi Partai Gerindra DPRD Jawa Barat ini juga meminta agar perusahaan otobus senantiasi melakukan pemeriksaan secara berkala terhadap kendaraan mereka.

"Servis rutin terhadap bus-bus angkutan umum atau pariwisata itu wajib hukumnya, ibaratnya dengan servis rutin, ada baut yang kendor atau longgar dari bus tersebut bisa ketahuan. Ini kan tindakan pencegahan," paparnya.

Selain itu, lanjut Daddy, perusahaan otobus juga harus benar-benar memerhatikan kondisi sopir karena banyak kecelakaan kendaraan umum disebabkan oleh faktor human error, yakni sopir yang kelelahan.

"Seharusnya itu bisa dikontrol baik, banyak sopir yang mengantuk atau kelelahan tetap membawa bus dengan rute antara kota bahkan provinsi. Kalau ada sopir yang kelelahan jangan dipaksakan untuk membawa kendaraan, khawatirnya dia mengantuk sehingga lepas kendali saat membawa kendaraannya," terangnya.

Ia pun mengusulkan agar dilakukan pembatasan usia kendaraan umum untuk mencegah terjadinya kecelakaan karena faktor teknis.

Sebelumnya terjadi kecelakaan beruntun melibatkan sejumlah kendaraan di Jalur Puncak, tepatnya di Tanjakan Selarong, Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, terjadi pada Sabtu petang lalu yang diakibatkan rem blong sehingga menewaskan empat orang.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini