nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dua Pemancing Hilang di Pantai Citarete, Tim SAR Cari hingga Laut Lepas

ant, Jurnalis · Selasa 25 April 2017 15:45 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 04 25 525 1675946 dua-pemancing-hilang-di-pantai-citarete-tim-sar-cari-hingga-laut-lepas-GWr6WTufdR.jpg Ilustrasi.

SUKABUMI - Tim SAR gabungan mencari dua pemancing asal Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat yang tenggelam dan hilang di Pantai Citarete, Kabupaten Bayah, Banten hingga ke laut lepas memasuki Samudera Hindia.

"Kami menurunkan 10 personel untuk operasi SAR ini dengan membagi dua tim yakni lima personel mencari dengan kapal motor hingga laut lepas dan sisanya menyisir darat sekitar lokasi hilangnya kedua pemancing tersebut," kata Ketua Forum Koordinasi SAR Daerah (FKSD) Kabupaten Sukabumi Okih Fajri Assdidiqie di Sukabumi, Selasa (25/4/2017).

Adapun kedua pemancing yang hilang tenggelam itu yakni Dirman (42) warga Kampung Pasirkoet, RT 02/02, Desa Wangunsari, Kecamatan Cisolok dan Emad (48) warga Kampung Bangbayang, RT 05/01, Desa Cikelat, Kecamatan Cisolok. Nelayan ini mengalami kecelakaan di laut pada Minggu (23/4).

Kedua nelayan hilang tenggelam karena diempas gelombang tinggi dan tubuhnya terseret arus bawah laut saat memancing di Pantai Citarete, Desa Cireundeu, Kabupaten Bayah. Hingga kini tim SAR gabungan baik dari FKSD, Polair Polres Sukabumi, TNI AL dan relawan lainnya belum membuahkan hasil.

Menurutnya, pada hari kedua pencarian kondisi cuaca cukup bersahabat seperti angin bertiup tidak terlalu kencang dan gelombang laut tidak terlalu tinggi atau berbeda saat pencarian di hari pertama.

Namun, hingga pukul 14.00 WIB, Tim SAR belum menemukan ada tanda-tanda keberadaan dua pemancing itu tapi diharapkan bisa ditemukan pada hari ini juga selagi kondisi cuaca baik.

"Kami melakukan pencarian hingga perbatasan perairan laut Sukabumi dengan Bayah tetapi belum ada tanda-tanda serta terus berkoordinasi dengan tim yang berada di darat," tambahnya.

Okih mengatakan untuk mempermudah pencarian, pihaknya juga berkoordinasi dengan nelayan yang hendak mencari ikan ke tengah laut, jika menemukan benda mencurigakan untuk segera melapor ke petugas terdekat.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini