nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perjuangan Siswa Arungi Laut Cina Selatan 12 Jam Demi Ikut Ujian STAN

Iradhatie Wurinanda, Jurnalis · Rabu 26 April 2017 07:15 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 04 25 65 1676111 perjuangan-siswa-arungi-laut-cina-selatan-12-jam-demi-ikut-ujian-stan-g0ckAg7iCE.jpg Foto: Facebook Wahyu Tero Primadona

JAKARTA - Bagi calon mahasiswa, mengikuti ujian masuk perguruan tinggi adalah hal yang biasa. Pada umumnya, mereka akan mengikuti tahap pendaftaran, kemudian mengikuti tes sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan.

Namun, cerita berbeda dialami oleh sejumlah siswa SMAN 1 Pamatak, Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau. Demi mewujudkan mimpi untuk menjadi bagian dari Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), mereka harus menempuh perjalanan jauh dengan tiga kali ganti kapal menuju lokasi ujian di Batam.

Perjuangan anak Anambas itu dituliskan oleh sang guru, Wahyu Tero Primadona dalam akun Facebook-nya. Menurut dia, perjalanan memakan waktu selama 12 jam. Meski begitu, para siswa tetap semangat demi mengejar cita-cita.

"Luar biasa untuk mengikuti tes STAN kami harus melewati Laut China Selatan selama 12 jam. Semoga berkah," ucapnya dikutip dari akun Facebook pribadinya, Rabu (26/4/2017).

Dia menjelaskan, perjalanan dimulai dari Palmatak sampai Tarempa selama 45 menit. Kemudian dilanjutkan menyebrang dari Tarempa ke Pinang yang membutuhkan waktu hampir 10 jam. Dari Pinang, perjalanan dilanjutkan ke Batam selama satu jam.

Sayangnya, begitu sampai Batam para siswa harus menelan kekecewaan lantaran terlambat melakukan verifikasi pendaftaran. Kondisi tersebut membuat mereka tak bisa mengikuti tes yang dijadwalkan pada 23 April silam. Pihak panitia ujian saringan masuk (USM) STAN pun sudah menjelaskan secara detil bahwa tidak mungkin membuka sistem untuk memperpanjang periode verifikasi.

Alih-alih menyerah begitu saja, Wahyu justru tetap membawa para siswanya untuk datang di hari ujian. Dia kembali menuliskan pengalaman tersebut di akun Facebook-nya. Tak lupa dia memotivasi siswa untuk tidak menyerah dengan tagar #kaliantidakgagal dan #pemudaharinipemimpinhariesok.

"Alhamdulillah Batam-Pinang (menginap semalam)-Anambas telah dilalui dan sekarang kita sudah sampai di kampung halaman. Selamat istirahat dan besok pagi ketemu di sekolah," tulisnya.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini