nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Waduh, Pelajar SD dan SMP Terlibat Tawuran di Purwakarta

Didin Jalaludin, Jurnalis · Sabtu 29 April 2017 00:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 04 28 525 1679210 waduh-pelajar-sd-dan-smp-terlibat-tawuran-di-purwakarta-anvvfWMdNm.jpg Ilustrasi tawuran (Foto: Ist)

PURWAKARTA - Warga Perumahan Bukit Panorama Indah, Kelurahan Ciseureuh, Kecamatan/Kabupaten Purwakarta dihebohkan dengan aksi tawuran pelajar di rel kareta api sekitar tempat tinggal mereka, Jumat 28 April 2017 sore. Mirisnya, pelajar yang terlibat ‎tawuran masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).

Warga menyaksikan langsung anak-anak masih di bawah umur itu terlibat adu lempar batu dan saling serang menggunakan senjata tajam. Menyaksikan ada kegaduhan, warga tidak tinggal diam. Para pelajar yang sedang berkelahi itu kemudian dilerai. Akibat kejadian ini, beberapa pelajar dikabarkan ada yang mengalami luka dan dilarikan ke rumah sakit oleh warga.

‎"Tadi ada yang terluka, kepalanya berdarah katanya terkena gir motor dan terkena batu," kata Ipin (40), salah seorang warga RT 8/13‎ Perum Bukit Panorama Indah, Kelurahan Ciseureuh.

Selain menolong korban pelajar yang terluka, warga juga berhasil menangkap sedikitnya lima pelajar yang terlibat tawuran, serta mengamankan beberapa senjata tajam seperti parang, pisau samurai dan gir motor bekas yang sudah dirakit menggunakan tali. Para pelajar yang ditangkap itu mengaku gabungan dari beberapa SMP Negeri di Purwakarta.

Bahkan, di antara mereka ada yang masih duduk dibangku SD. ‎ Mereka sengaja janjian untuk melakukan tawuran di lokasi rel kereta api.

"Pelajar yang masih duduk di bangku sekolah SD itu, mengaku diajak temannya yang sudah SMP, dan diminta pakai baju SMP. Tapi ‎tidak mau ngaku dari SD mana, bahkan dia sempat menangis. Sementara temannya yang SMP mengaku kepada kami mereka (yang terlibat tawuran) itu gabungan dari SMPN 9, SMPN 7 dan SMPN 5," tutur Ipin.

‎Pelajar yang diamankan itu kemudian dicatat identitasnya oleh kepala rukun warga (RW) untuk dilaporkan ke sekolahnya masing-masing. Setelah dicatat, mereka diantarkan warga ke rumah orang tuanya masing-masing.

"Kalau yang luka, tadi itu katanya dibawa ke klinik, tapi klinik mana enggak tahu. Tadi situasinya memang lumayan ricuh juga," tambah warga lainnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta Rasmita Nunung Sanusi mengaku kaget mendengar kabar aksi tawuran pelajar yang melibatkan pelajar SMP dan SD di lokasi re‎l kereta api tersebut. Meskipun aksi itu terjadi di luar jam sekolah, namun pihaknya tetap akan menindaklanjuti.

Saat itu, Ramita langsung mengutus stafnya untuk datang ke lokasi dan menemui warga Perum Bukit Panorama Indah‎. Dinas Pendidikan akan segera memanggil kepala sekolah dan orangtua pelajar yang terlibat tawuran tersebut.

"Kita akan panggil pihak sekolah, dan sekarang staf kami dari dinas sedang meluncur ke lokasi. Nanti akan dilakukan penelusuran dan kemudian akan didata untuk dilakukan diberi pembinaan terhadap pelajar yang terlibat. Selain itu, kita akan panggil orangtua mereka," singkat Rasmita.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini