Peringati May Day Ribuan Buruh Kepung Lokasi Strategis di Cirebon

Dwi Ayu Artantiani , Okezone · Sabtu 29 April 2017 16:42 WIB
https: img.okezone.com content 2017 04 29 525 1679533 peringati-may-day-rbuan-buruh-kepung-lokasi-strategis-di-cono-i-qrNcgtkus1.jpg Ilustrasi buruh (foto: Okezone)

CIREBON - Peringatan may day menjadi momentum yang ditunggu oleh para buruh di Indonesia, di hari tersebut seluruh buruh bisa bebas mengeluarkan aspirasi mereka yang selama ini menjadi permasalahan yang dihadapi para buruh di Indonesia.

Sekjen Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Cirebon Raya Mohamad Machbub mengungkapkan sekira 1.000 buruh akan mengepung tujuh titik strategis di Cirebon, para buruh yang berasal dari Cirebon akan fokus untuk melakukan aksi di Cirebon.

"Adapun tujuh titik tersebut diantaranya PT Mustika Mitra Selaras, Disnaker Kabupaten Cirebon, BPPK Wily Cirebon, Kantor Walikota,

DPRD Kota Cirebon, Kantor Bupati dan DPRD Kabupaten Cirebon," terangnya, Sabtu (29/4/2017).

Sedangkan, kata Machbub, pihaknya akan menyuarakan tujuh tuntutan utama yang selama ini menjadi permasalahan kaum buruh yakni hapus outsourching dan tenaga magang, jaminan sosial yang meliputi jaminan kesehatan gratis seluruh rakyat tanpa iuran, revisi PP Nomor 45 tahun 2015 tentang Jaminan Pensiun, dana pensiun buruh harus sama dengan PNS/TNI-Polri sebesar 60% dari upah terakhir. Bukan hanya sebesar 300.000 /bulan pada saat buruh memasuki usia pensiun 15 tahun kemudian.

"Lalu, kami menolak upah murah dan pemerintah harus mencabut PP 78 tahun 2015 tentang Pengupahan yang memiskinkan kaum buruh, berlakukan UMSK Cirebon 2017, berlakukan cuti melahirkan selama 14 minggu, tindak tegas perusahaan nakal yang tidak tunduk pada Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 dan stop union busting," ungkapnya.

Menurutnya, may day sebagai tolak ukur perjuangan para pekerja/buruh menuntut keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Hari buruh bukan milik serikat pekerja saja, melainkan harinya suluruh pekerja/buruh.

"Kami berharap semua tuntutan tersebut bisa direalisasikan. Apa bedanya dengan may day beberapa abad yang lalu, kalau pemerintah selalu berpihak pada pemilik modal," pungkasnya.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini