Simak Cara Rusia Tangkal Berita Hoax

Silviana Dharma, Okezone · Senin 01 Mei 2017 23:06 WIB
https: img.okezone.com content 2017 05 01 18 1680709 simak-cara-rusia-tangkal-berita-hoax-IROaQq5qum.jpg Ilustrasi (dok. Okezone)

JAKARTA - Indonesia menjadi tuan rumah pagelaran Hari Pers Sedunia 2017. Salah satu sub tema yang diangkat berkaitan dengan maraknya berita palsu di media sosial. Bahkan media massa ada pula yang terjebak menyebarluaskan informasi tersebut.

Alhasil, masyarakat yang terbohongi dan terlanjur dibodohi dengan artikel hoax tersebut. Isu fakenews rupanya tak hanya menjadi perhatian Indonesia, tetapi juga disoroti oleh negara asing, seperti Rusia.

Atase Pers Kedutaan Besar Rusia di Indonesia, Nikolay Karapetyan menuturkan, betapa sering negaranya juga diserang berita palsu. Di mana, informasi itu tidak melalui hasil verifikasi dan konfirmasi terlebih dulu kepada pihaknya. Atau memakai kata dugaan, tetapi diwartakan seolah sudah jadi fakta.

Untuk menanggulangi maraknya perang informasi semacam itu, Nikolay mengungkap strategi Negeri Beruang Merah memerangi hoax. Di antaranya, menjalin kerjasama langsung dengan para audiens.

"Kami mengatasinya dengan memberikan informasi yang berkualitas secara tepat waktu. Info itu juga sudah didukung oleh fakta-fakta yang akurat, berupa angka-angka dan contoh konkrit," paparnya kepada Okezone usai menjadi pembicara dalam diskusi WPFD yang digelar Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) bertajuk 'Jurnalis Profesional Memerangi Hoax' di Jakarta Convention Center Senayan, Jakarta Pusat, Senin (1/5/2017).

Lebih lanjut, Nikolay menekankan bahwa keterbukaan informasi seperti itu merupakan sarana yang paling penting untuk melawan agresi berita palsu. Selain itu, ia membeberkan kalau negara federasinya sudah membuka divisi khusus verifikasi berita hoax.

"Kami telah membuka bagian khusus pada situs resmi Kementerian Luar Negeri Federasi Rusia yang mengulas berita hoax tersebut," ujarnya.

Divisi itu dipastikan sudah aktif bekerja. Bahkan, setiap pekan tim tersebut selalu memperbaharui pengamatan mereka mengenai pemberitaan-pemberitaan palsu yang merugikan Rusia.

"Semua diluruskan di situs itu," tutupnya.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini