Image

IJTI Tekankan Pentingnya Kompetensi Tinggi bagi Kelangsungan Hidup Wartawan

Silviana Dharma, Jurnalis · Selasa 02 Mei 2017, 21:57 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 05 02 337 1681625 ijti-tekankan-pentingnya-kompetensi-tinggi-bagi-kelangsungan-hidup-wartawan-MAdZOSDFvE.jpg World Press Freedom Day. (Silviana D/Okezone)

JAKARTA - Perkembangan zaman pada era teknologi komunikasi tak dapat dipungkiri telah memaksa media-media konvensional, seperti cetak dan penyiaran, berkonvergensi dengan media digital. Anggota Dewan Pers sekaligus Ketua Dewan Pertimbangan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Imam Wahyudi juga melihat situasi ini turut mengubah pola konsumsi masyarakat akan kehausan informasi. 

"Saat ini perkembangan teknologi digital telah mengubah tatanan komunikasi, juga pola konsumsi audiens," ujarnya dalam konferensi pers World Press Freedom Day 2017 bertajuk 'Peneguhan Inisiatif IJTI' di Jakarta Convention Center Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (2/5/2017).

Imam menjelaskan, audiens yang awalnya hanya penerima pasif, kini menjadi audiens yang aktif dan tak lagi bisa ditekan hegemoni media. Ciri utamanya bisa dilihat dari lahirnya jejaring media sosial.

Jurnalis pun, katanya, menjadi serba salah. Pada satu sisi mereka adalah pelaku media, tetapi di sisi lain juga insan manusia yang ingin bersuara di media sosial. Akan tetapi, orang-orang yang kurang paham mengambil pendapatnya sebagai cerminan suara dari profesi dan instansi tempatnya bekerja.

Di sisi lain, beberapa kali Imam menemukan perusahaan media yang gamang mengikuti arus teknologi digital. Sehingga ia menyayangkan, media itu akhirnya terlepas dari sengaja atau tidak, mengabaikan kesucian jurnalisme.

Inilah yang menurutnya harus dipahami para pelaku media, bahwa bertumbuhnya medsos yang menyebabkan turbulensi atau guncangan pada media arus utama bisa dilihat sebagai peluang. Bukan saja melulu ancaman, tetapi sebuah tantangan bagi jurnalis secara umum.

"Oleh karena itu di sini kami IJTI ingin memberikan beberapa peneguhan kembali untuk jurnalis bertahan hidup di era konvergensi digital," ucapnya.

Ada pun peneguhan kembali insiasitif organisasi IJTI yang dibeberkan Imam ialah:

1. Berkontribusi penuh dalam upaya mendorong dan meningkatkan kompetensi atau kemampuan jurnalis agar mampu memenuhi tuntutan profesi jurnalis di era digital. Salah satunya dengan melakukan uji kompetensi jurnalis.

2. Mendorong jurnalis dan perusahaan media agar selalu memenuhi standard dan etika profesi jurnalistik sehingga eksistensi jurnalisme sebagai penjaga akal sehat dan penuntun publik untuk mendapatkan kebenaran tetap terjaga.

3. Berkontribusi aktif meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memahami kerja jurnalistik, serta kemampuan dalam memilih dan memilah informasi, serta mengetahui jurnalis atau pers mana yang profesional dan patut dipercaya.

4. Berkontribusi aktif meningkatkan kemampuan generasi muda menjadi konsumen dan produsen informasi di media sosial. (sym)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini