Share

Buruh Aceh Desak Pemerintah Selesaikan Pergub Tunjangan Jelang Puasa

Rayful Mudassir, Okezone · Selasa 02 Mei 2017 14:07 WIB
https: img.okezone.com content 2017 05 02 340 1681104 buruh-aceh-desak-pemerintah-selesaikan-pergub-tunjangan-jelang-puasa-BcVb90KXsI.jpg Ilustrasi buruh di Aceh (foto: Okezone)

BANDA ACEH – Ratusan pekerja di Aceh menggelar aksi pada peringatan hari buruh di Banda Aceh. Selain menuntut upah tahun depan dinaikkan, mereka juga mendesak agar diselesaikan Peraturan Gubernur Aceh tentang tunjangan Meugang.

Meugang merupakan salah satu tradisi di Aceh yang dilaksanakan dua hari jelang puasa Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri serta Idul Adha. Masyarakat Aceh saban hari tersebut membeli daging untuk disantap bersama keluarga di rumah.

“Kami ingin agar tunjangan Meugang segera dilaksanakan. Terakhir kami ketahui sudah sampai di biro hukum, apalagi ini sudah sangat dekat dengan puasa,” kata Ketua Aliansi Buruh Aceh, Saiful Umar di Depan Gedung DPR Aceh, Senin (1/5/2017).

Sejumlah perusahaan di Aceh selama ini kata Saiful, sudah ada yang memberikan tunjangan meugang bagi buruh. Namun masih ada perusahaan yang belum memberikan tunjangan meugang bagi pekerja. Diterbitkan Pergub Meugang nantinya diharap ada keserasian pemberian tunjangan bagi buruh.

“Jumlahnya (nominal meugang) tergantung dari kemampuan perusahaan,” pungkasnya.

Disamping itu, para buruh juga meminta agar tahun depan pemerintah kembali menaikkan upah bagi buruh hingga Rp650 ribu. Artinya jika dikabulkan, maka para buruh akan mendapatkan upah minimum Rp3,150.000.

Sementara tahun itu, Upah Minimum Provinsi di Aceh untuk pekerja berjumlah Rp2,5 juta. Ini sesuai dengan Peraturan Gubernur Nomor 72 tahun 2016 tentang Upah Minimun Provinsi yang mulai berlaku sejak 2017.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini