nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wah, Bea Cukai Riau-Sumatera Musnahkan Jutaan Batang Rokok Ilegal

Agregasi Antara, · Rabu 03 Mei 2017 14:24 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 05 03 340 1682063 wah-bea-cukai-riau-sumatera-musnahkan-jutaan-batang-rokok-ilegal-0s4RpERIXG.jpg

PADANG - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Riau-Sumatera Barat memusnahkan sebanyak 4,13 juta batang rokok ilegal hasil sitaan sepanjang 2017.

"Barang bukti yang dimusnahkan itu merupakan sitaan petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Pabean B Teluk Bayur Padang," kata Kepala KPPBC setempat, Andhi Pramono di Padang, Rabu (3/5/2017).

Ia mengatakan, pada rokok ilegal hasil sitaan terdapat beberapa pelanggaran seperti pita cukai palsu, pita cukai bekas, pita salah peruntukan, dan tanpa pita cukai. Berdasarkan penelusuran Bea Cukai, rokok ilegal itu berasal dari luar Sumatera Barat yang dibawa melalui jalur darat. Sebagian besar berasal dari Pulau Jawa dan Batam.

Karenanya, KPPBC Tipe Madya Pabean B Teluk Bayur Padang terus berkoordinasi dengan kantor bea dan cukai seperti di Batam dan di Pulau Jawa sebagai upaya mengembangkan dan mencari sumber barang ilegal tersebut.

Menurutnya, tingginya penyebaran rokok ilegal di daerah-daerah pelosok karena harganya lebih murah. Andhi berharap masyarakat berperan dalam memberantas rokok ilegal, dan salah satu caranya adalah dengan tidak membeli rokok tersebut.

"Apabila masyarakat menemukan hal tersebut di lapangan segera melapor kepada petugas karena peredarannya dapat menyebabkan kerugian negara," kata dia.

Selain rokok ilegal, bea dan cukai juga memusnahkan 89 paket kosmetik, 19 bungkus obat-obatan, 45 buah alat bantu seks, dan 90 barang lainnya.

Barang lain seperti kosmetik, alat bantu seks dan obat-obatan disita dari Kantor Pos Indonesia yang barang kiriman luar negeri, selain juga barang bawaan penumpang di Bandara Internasional Minangkabau. Sedangkan total kerugian negara dari barang yang dimusnahkan tersebut lebih dari Rp1,17 miliar.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini