nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Batal Mundur, PM Republik Ceko Berupaya Copot Menkeu

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Jum'at 05 Mei 2017 20:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 05 05 18 1684384 batal-mundur-pm-republik-ceko-berupaya-copot-menkeu-FVqUQiw26B.jpg Perdana Menteri Republik Ceko Bohuslav Sobotka (Foto: David W Cerny/Reuters)

PRAHA – Perdana Menteri (PM) Republik Ceko Bohuslav Sobotka membatalkan keinginan untuk mengundurkan diri. Alih-alih mundur, pria berkepala plontos itu akan mengupayakan pencopotan Menteri Keuangan Andrej Babis, rival utamanya.

Keputusan itu diambil setelah PM Bohuslav Sobotka bertemu dengan Presiden Milos Zeman. Sang presiden mengatakan, pengunduran diri tersebut hanya berlaku untuk Sobotka, bukan kepada seluruh menteri kabinet. Dengan demikian, Andrej Babis tetap akan menjabat sebagai Menteri Keuangan.

“Dalam situasi tersebut, pengunduran diri saya tampak tidak masuk akal. Menteri Keuangan, yang sedang terkena skandal, akan tetap berada di pemerintahan dalam situasi tersebut,” tutur Bohuslav Sobotka, sebagaimana dilansir Reuters, Jumat (5/5/2017).

Pria berusia 45 tahun itu menambahkan, Andrej Babis gagal menepis dugaan penghindaran pajak yang dilakukannya. Babis sendiri mengklaim tidak melanggar hukum dan menolak untuk mundur. Upaya Sobotka untuk mencopotnya adalah sebuah pelanggaran terhadap perjanjian koalisi kedua pihak.

Sejumlah pengamat di Republik Ceko mengatakan, konstitusi negara mengindikasikan pengunduran diri perdana menteri berarti pencopotan seluruh menteri di kabinet. Namun, pengamat lain juga menjelaskan konstitusi juga menentukan pengunduran diri tanpa mekanisme voting di kabinet, berarti hanya berlaku kepada perdana menteri saja.

Sobotka mengatakan, Presiden Milos Zeman mengartikan pengunduran dirinya tanpa melalui mekanisme voting kabinet sehingga tidak perlu diikuti menteri-menteri lainnya. Kendati demikian, menurut juru bicara kepresidenan, Zeman sedang mempertimbangkan usulan pencopotan Andrej Babis.

Perselisihan antara kedua rekan koalisi itu memuncak setelah muncul klaim Andrej Babis, yang merupakan seorang pengusaha dan menghindari membayar pajak atas obligasi perusahaannya sendiri. Sobotka menilai, Babis tidak seharusnya menjabat sebagai menteri keuangan akibat skandal tersebut.

Partai CSSD pimpinan Sobotka dan partai ANO pimpinan Babis diketahui berkoalisi untuk menguasai kursi di parlemen. Dalam jajak pendapat terakhir, partai ANO unggul jauh dari CSSD jelang pemilihan legislatif. Para pengamat menilai pengunduran diri Bohuslav Sobotka adalah manuver politik jelang pemilihan.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini