Image

Komunitas Nelayan Tradisional Terus Mengecam Reklamasi Teluk Jakarta

Muhammad Iqbal, Jurnalis · Minggu 07 Mei 2017, 19:54 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 05 07 338 1685490 komunitas-nelayan-tradisional-terus-mengecam-reklamasi-teluk-jakarta-wT9Zs7hfrS.jpg Ilustrasi (dok. Okezone)

JAKARTA - Reklamasi di teluk Jakarta terus mendapat kecaman dari Komunitas Nelayan Tradisional (KNT) dan Komunitas Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI). Adanya informasi mengenai akan dilaksanakan kembali reklamasi di Teluk Jakarta ini membuat nelayan yang menggantungkan rezekinya di Teluk Jakarta geram.

Pasalnya, menurut mereka hal ini tidak boleh dilakukan lantaran dapat membuat dampak buruk bagi lingkungan dan juga habitat laut. Iwan yang merupakan anggota KNT Muara Angke. mengatakan pemerintah tidak boleh melanjutkan rencana reklamasi teluk Jakarta.

"Dulu sudah jelas bahwa reklamasi tidak akan dilanjutkan kembali. Tapi belakangan ini kami mendengar, bahwa Pemerintah Provinsi dan juga Kementrian Pusat sedang proses pembuatan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal)" terangnya di kantor LBH Jakarta, Minggu (7/5/2017).

Dirinya juga menyayangkan sikap pemerintah yang dianggap tidak konsekuen pada keputusaan awal dari Kementrian Koordinator Maritim yang tidak terbuka atas pernyataan informasi dari Menkomaritim.

"Dulu Bapak Rizal Ramli sebelum Luhut Pandjaitan menjabat beliau sangat tegas melarang adanya reklamasi. Tapi kenapa saat ini Luhut malah menantang kami," ungkapnya.

Menurutnya, jika reklamasi di Teluk Jakarta akan kembali dilakukan dirinya akan siap melawan dan mengumpulkan para nelayan.

"Kita sangat menyayangkan adanya pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi yang selalu memaksakan kehendak. Kami nelayan tidak akan menyerah melawan reklamasi karena merusak lingkungan dan wilayah kami. Sampai saat ini kerusakan sudah ada tapi tidak ada yang mau bertanggung jawab," tutup Iwan.

Sedangkan seorang nelayan lainnya, Mangsali yang mengaku sudah mengais rejeki puluhan tahun di teluk tersebut mengaku dengan adanya reklamasi Pemerintah sama saja mematikan kehidupan mereka.

"Dengan reklamasi sama saja mereka mau membunuh kita. Kami tetap tidak akan menerima adanya reklamasi di wilayah kami," tutup Mangsali. (aky)

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini