Banyak Warga Belum Rekam E-KTP Munculkan Potensi Konflik Pilkada Bangkalan

Syaiful Islam, Okezone · Kamis 11 Mei 2017 01:05 WIB
https: img.okezone.com content 2017 05 10 519 1688416 banyak-warga-belum-rekam-e-ktp-munculkan-potensi-konflik-pilkada-bangkalan-YIUtHVDsn8.jpg Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

SURABAYA - Banyaknya warga yang belum rekam KTP elektronik (e-KTP) di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur akan berpotensi konflik pada pilkada serentak. Hingga saat ini warga yang belum rekam e-KTP sebanyak 224.429 penduduk.

Sedangkan warga yang sudah rekam e-KTP sebanyak 598.206 orang. Sementara jumlah total penduduk Bangkalan yang wajib rekam e-KTP sebanyak 822.365 penduduk.

Ketua KPU Bangkalan Fauzan Jakfar menyatakan, masyarakat yang belum merekam e-KTP akan menjadi potensi persoalan dan potensi konflik. Sebab pemilih yang memenuhi syarat, tapi tidak mempunyai KTP.

“Maka mereka harus mengurus surat keterangan sebagai persyaratan untuk memilih dalam pilkada. Nantinya akan menjadi potensi penyelewengan jika Dispenduk Capil tidak hati-hati dalam mengeluarkan surat keterangan pengganti e-KTP,” terang Fauzan pada wartawan, Rabu (10/5/2017).

Ia menambahkan, pihaknya berharap Dispenduk Capil tidak mudah mengeluarkan surat keterangan, melainkan harus berhati-hati dan perketat. Serta berkoordinasi dengan KPU Bangkalan.

Pilkada Bangkalan akan berlangsung pada Juni 2018 mendatang. Sejumlah nama sudah muncul untuk meramaikan dalam perebutan kursi Bupati dan Wakil Bupati Bangkalan.

Seperti Bupati Bangkalan RK Muh Makmun Ibnu Fuad, Wakil Bupati Bangkalan Mondir Rofii, KH Imam Buchori Cholil, Aliman Haris (aktivis), Mathur Khusairi (aktivis).

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini