nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Top! Polisi Bongkar Praktek Penjualan 250 Kg Daging Gelonggong di Magetan

Asfi Manar, Jurnalis · Selasa 16 Mei 2017 03:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 05 16 519 1691830 top-polisi-bongkar-praktek-penjualan-250-kg-daging-gelonggong-di-magetan-35CwXfgZem.jpg Ilustrasi (Foto: Dok.Okezone)

MAGETAN - Seorang oknum perangkat desa ditangkap polisi karena kedapatan menjual daging sapi gelonggongan hasil penyembelihan sapi secara ilegal. Pelaku yang diduga sudah cukup lama bekerja sebagai pedagang daging ini berkilah jika penyembelihan dengan penggelonggongan ini atas keinginan pembeli. Selain itu, ia mengaku pekerjaannya itu dampak dari sulitnya pengurusan melakukan pemotongan resmi di rumah pemotongan hewan pemerintah.

Suwarno, oknum perangkat Desa Poncol, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, Jawa Timur dibekuk jajaran Reskrim Polres Magetan, Senin (15/5/2017). Ia kedapatan melakukan praktek peglonggongan daging sapi dirumahnya.

Dari aksinya tersebut, polisi berhasil menyita 250 kilogram daging sapi gelonggongan dari salah satu tempat pemotongan hewan yang siap diedarkan ke pasar pasar tradisional di daerah Magetan dan Ponorogo.

Selain berbagai potongan daging yang telah dikemas dalam beberapa box yang diangkut diatas satu mobil pick up, polisi juga menyita alat pompa air yang digunakan pelaku untuk melakukan peglonggongan.

“Praktek ilegal tersebut berupa meminumkan paksa hewan sapi sebanyak 5 hingga 10 liter air per ekor sebelum disembelih,” terang Kasubag Humas Polres Magetan, AKP Suyatni kepada awak media.

Suyatni menambahkan, pelaku beralasan daging hasil gelonggongan sangat diminati oleh para pembelinya dibeberapa pasar dan agen daging. Selain itu, rumitnya persyaratan dan biaya melakukan penyembelihan sapi di rumah pemotongan hewan resmi milik pemerintah menjadi alasan pelaku melakukan penyembelihan ditempat ilegal.

“Karena di luar harga penyembelihan lebih murah dan tidak repot,” kilah Suwarno usai ditangkap aparat.

Atas pebuatannya itu, Suwarno dijerat dengan Pasal 62 Undang-Undang nomor 8 tahun 1999/ tentang Perlindungan Konsumen dan Pasal 135 Undang-Undang nomor 8 tahun 2012 tentang Pangan. Ia juga terancam hukuman maksimal 4 tahun penjara. (sym)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini