Image

Berpengalaman di Eksekutif, Sudirman Said Mampu Mempercepat Proses Sinkronisasi dengan Pemprov DKI

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu, 17 Mei 2017 - 22:15 WIB
Gubernur terpilih DKI Jakarta, Anies Baswedan memperkenalkan Tim Sinkroniasi Anies-Sandi yang dipimpin Sudirman Said. Foto Okezone/Fahreza Rizky Gubernur terpilih DKI Jakarta, Anies Baswedan memperkenalkan Tim Sinkroniasi Anies-Sandi yang dipimpin Sudirman Said. Foto Okezone/Fahreza Rizky

JAKARTA - Mantan Menteri ESDM era Presiden Joko Widodo periode 2014-2019, Sudirman Said terpilih sebagai Ketua Tim Sinkronisasi Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih, Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Hal ini didasari kesepakatan partai politik pendukung Anies-Sandi yang menganggap Sudirman Said memiliki banyak pengalaman baik sebagai profesional maupun birokrat sehingga bisa mempercepat transisi pemerintahan di DKI Jakarta.

"Jadi saya pikir pengalaman Sudirman Said di eksekutif dan didukung oleh parpol-parpol itu bisa mempercepat sinkronisasi," ucap Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Hanafi Rais di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (17/5/2017).

Hanafi berpesan agar Tim Sinkronisasi ini betul-betul bisa membantu Anies-Sandi memenuhi janji-janjinya selama berkampanye. Salah satu janji yang penting, menurut Wakil Ketua Komisi I DPR RI itu adalah menghapus program pembangunan proyek reklamasi di Teluk Jakarta.

"Yang jelas satu hal yang kita titipkan bahwa janji reklamasi untuk ditolak harus dibuktikan dan betul dijalankan tanpa kompromi," tegas Hanafi.

Sebelumnya Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno mengumumkan personel tim sinkronisasi yang mereka bentuk. Tim ini akan bertugas menerjemahkan janji kerja Anies-Sandiaga dalam bentuk program kerja untuk dijalankan selama satu periode yang dipimpin mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said.

Selain Sudirman Said, mereka yang masuk dalam tim ini yakni Eko Prasojo, Fadjar Pandjaitan, Rikrik Rizkiyana, Edriana Noerdin, Marco Kusumawijaya, Mohammad Hanief Arie Setianto, dan Untoro Hariadi.

Eko Prasojo diketahui sebagai guru besar Universitas Indonesia dan mantan wakil menteri pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi (Menpan-RB). Lalu Fadjar Pandjaitan, mantan sekretaris daerah Provinsi DKI Jakarta, mantan wali kota Jakarta Barat, serta mantan asisten sekda DKI Jakarta bidang Pemerintahan.

Edriana Noerdin, seorang perempuan yang berpengalaman dalam bidang kesejahteraan perempuan dan anak. Saat ini Edriana juga terlibat dalam perumusan indikator capaian SDGs yang dimotori oleh Bappenas dengan support dari sekretariat SDGs untuk kesehatan dan kesejahteraan perempuan.

Lalu Rikrik Rizkiyana, seorang advokat dan social enterprener. Rikrik adalah pengurus DPP Peradi yang akan bekerja di aspek hukum formil sehingga mengatur program yang akan dijalankan tidak ada hambatan dari sisi hukum.

Selanjutnya Marco Kusumawijaya. Dia seorang arsitek, peneliti dan perencana perkotaan. Marco akan bekerja di bidang perencanaan tata kota dan lingkungan.

Muhammad Hanif Arif Setianto seorang akuntan yang pernah bertugas melaksanakan pemantauan sebagai deputi monitoring untuk memastikan tercapainya prioritas pembangunan nasional pada unit kerja presiden bidang pengawasan dan pengendalian pembangunan tahun 2010 2014.

Dan terakhir Untoro Hariadi, seorang peneliti dan pengajar di Universitas Janabadra Yogyakarta. Dalam tim sinkronisasi, ia juga menjabat sebagai sekretaris tim.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming