Image

Kecelakaan Senjata di Natuna, DPR: Keamanan Alutsista TNI Harus Dievaluasi

Tim Okezone, Jurnalis · Kamis, 18 Mei 2017 - 21:20 WIB
foto: antara foto: antara

JAKARTA - Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari mengimbau Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengevaluasi tingkat keamanan alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang dimilikinya. Evaluasi juga diperlukan terhadap perawatan dan pemeliharaan yang terkesan selama ini terabaikan.

Hal ini menyikapi kecelakaan senjata yang digunakan dalam geladi bersih Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) di Tanjung Datuk, Natuna, Kepulauan Riau, Rabu 17 Mei 2017. Akibatnya, empat prajurit TNI meregang nyawa.

"Upaya Mabes TNI dalam memastikan tingkat safety peralatan tempur yang akan digunakan TNI harus dievaluasi mengingat pemeliharaan dan perawatan (harwat) terhadap alutsista selama ini memang agak terabaikan," ujar Abdul Haris, Kamis (18/5/2017).

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu meminta TNI menjelaskan dan mengusut penyebab kecelakaan senjata yang disebut-sebut buatan China bermerek Chang Chong itu.

Abdul melanjutkan, kawasan Natuna memang menjadi prioritas dan strategis dalam perspektif pertahanan negara sehingga alutsista dan peralatan tempur yang disiagakan harus dalam kondisi prima.  Antisipasi ini juga untuk siaga tempur saat krisis terus meningkat di Laut China Selatan.

"Apakah karena faktor harwat atau kondisi meriam saat dibeli memang sebenarnya tidak layak," tukas Abdul Haris. (sym)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming