Image

Pembahasan RUU Pemilu Jadi Tantangan Terberat DPR

Salsabila Qurrataa'yun, Jurnalis · Jum'at, 19 Mei 2017 - 18:08 WIB
DPR (Foto: Okezone) DPR (Foto: Okezone)

JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI masih memperdebatkan berbagai isu krusial mengenai Revisi Undang-Undang (RUU) Pemilu. Padahal, pemilihan presiden dan legislatif sudah semakin dekat.

Pengamat politik Ray Rangkuti mengatakan, wakil rakyat seharusnya dapat bekerja lebih ekstra untuk menyelesaikan RUU Pemilu. Sebab, landasan pemilihan serentak pada 2019 itu dinilainya sebagai tantangan yang mendasar untuk mendesain sistem pemilu dengan benar.

"Menurut saya, tantangan terberat kita itu di mana selama 17 tahun ini masyarakat memiliki politik tetapi tidak mengetahui pemilu. Jadi, tidak tahu antar-calon atau partai pada saat pemilihan. Saya berharap nantinya masyarakat tidak sia-sia datang ke TPS. Karena pemilu bukan hanya sekadar rutinitas (lima tahunan) tetapi ada harapan untuk kebaikan," ujarnya dalam diskusi pemilu di D Hotel, Halimun, Jakarta Selatan, Jumat (19/5/2017).

Dirinya pun mendesak DPR untuk segera menyelesaikan RUU Pemilu. Bukan hanya itu, penyelenggara pemilu seperti KPU dan Bawaslu juga diharapkan Ray untuk dapat mensosialisasikan tahapan pemilu agar masyarakat mengetahui siapa yang akan mereka pilih.

"Konsekuensi keterlambatan RUU Pemilu itu bisa berdampak keketidaksiapan KPU. Kedua, soal sosialisasi, bagaimana publik mengerti apa yang terkandung dalam UU Pemilu. Maka segera selesaikan," tutupnya.

Sekadar informasi, pembahasan RUU Pemilu belum rampung karena masih ada sejumlah isu yang diperdebatkan, mulai dari metode pemberian suara, jumlah kursi DPR, parliamentary threshold, presidential threshold, dana saksi dan desain lembaga penyelenggara pemilu.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming