Image

Tak Ada Lagi Cokelat Pemberian Adam di Akpol Semarang

Tim Okezone, Jurnalis · Jum'at, 19 Mei 2017 - 18:24 WIB

JAKARTA - Kematian taruna Akademi Kepolisian (Akpol) tingkat II Brigadir Dua Taruna (Brigdatar), Mohammad Adam yang diduga dianiaya seniornya, membuat rekan-rekannya di Akademi Polisi (Akpol) Semarang kehilangan.

Paman Adam, Handri menceritakan kebiasaan keponakannya yang selalu membawa coklat ketika pulang ke asrama dan membagikannya kepada teman-temannya.

Menurut Handri saat almarhum Adam pulang ke rumah awal bulan Mei, almarhum berencana membawa cokelat namun tidak terbawa.

(Baca juga: Keluarga: Adam Punya Kebiasaan Membawa Cokelat untuk Teman Tarunanya)

"Dia udah dua kali saat pulang ke Semarang dari rumah lupa membawa cokelat yang udah dibeli padahal udah janji sama teman-temannya karena lupa," ucap Handri kepada Okezone, di Jalan Penghulu, Gang Murtado 21 RT 1 RW 1, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (19/5/2017).

Ia menuturkan ketika teman-teman taruna Adam melayat di rumah duka, ibunda korban menunjukkan bingkisan cokelat tersebut kepada teman Adam.

"Suasana langsung haru kemudian saat momen itu. Cokelat itu seakan-akan menjadi pengingat antara Adam bersama teman-temannya," lanjut Handri.

(Baca juga: Taruna Akpol Tewas Dianiaya Senior, Kompolnas: Ini Sangat Memalukan).

Komisioner Komisi Nasional Kepolisian (Kompolnas) Poengky Indarti menambahkan, kematian Mohammad Adam yang diduga dianiaya senior dinilai sangat memalukan bagi institusi kepolisian.

"Ini sangat memalukan dan tidak semestinya terjadi di tempat pendidikan, karena di Akpol, para taruna belajar untuk menjadi polisi yang baik, siap melayani, mengayomi, melindungi masyarakat, dan menegakkan hukum, bukan kekerasan," ujar Poengky kepada Okezone.

Poengky menjelaskan, kekerasan yang dialami korban dengan dipukul dibagian ulu hati oleh seniornya itu menunjukkan bahwa masih adanya praktik budaya militeristik di kepolisian.

"Seharusnya pasca-dipisahkannya Polri dan TNI, pendidikan di Akpol harus menghapus praktik-praktik militeristik tersebut," tuturnya.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming