Image

Pengamat Berharap Isu SARA Masuk dalam Pembahasan RUU Pemilu

Salsabila Qurrataa'yun, Jurnalis · Sabtu, 20 Mei 2017 - 06:04 WIB
Ilustrasi Ilustrasi

JAKARTA - Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti berharap DPR RI memasukkan pembahasan isu Suku Ras dan Antargolongan (SARA) di dalam revisi undang-undang Pemilu.

"Artinya apa harus ada penjabaran ulang terhadap pemahaman isu SARA. Di dalam pemilu itu kan sekelebat saja. Nah ini harusnya dijabarkan, apa itu isu SARA," ujarnya, Jumat 19 Mei 2017.

Menurut dia, di dalam undang-undang pemilu dan peraturan pemilu atau PKPU, isu SARA hanya mencakup pada tidak bolehnya memakai tempat ibadah sebagai ajang kampanye. Ray pun mempertanyakan definisi dari isu SARA untuk pemilu.

"Kalau tidak boleh menggunakan masjid itu memang masuk ke peraturan KPU. Tapi cuma praktiknya kalau orang bawa spanduk lalu orang melalui khotbahnya melakukan isu SARA.  Padahal secara jelas struktural dia bukan dari bagian tim ataupun parpol. Nah itu gimana," ujar Ray.

Karena itu, pengamat politik ini meminta UU Pemilu lebih menjabarkan definisi seperti apa isu SARA. Kemudian kata Ray apabila itu sudah dilakukan maka PKPU langsung membuat susunan lanjutannya.

"Nah ini gimana? Dan yang perlu dicermati itu bagaimana (isu SARA) di dalam UU pemilu itu. Sehingga nantinya lebih mudah disusun di PKPU. Jadi di UU lebih dijabarkan," tuturnya.

(ran)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming