Image

Kenapa Revisi Undang-Undang Pemilu Belum Disahkan?

Dara Purnama, Jurnalis · Sabtu, 20 Mei 2017 - 15:09 WIB
Diskusi Polemik SindoTrijayaFM tentang RUU Pemilu (Dara/Okezone) Diskusi Polemik SindoTrijayaFM tentang RUU Pemilu (Dara/Okezone)

JAKARTA - Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) menyayangkan keterlambatan pengesahan Revisi Undang-Undang (RUU) Pemilu yang akan digunakan sebagai payung hukum pelaksanaan Pemilu 2019.

"Dua target meleset (pengesahan RUU) pertama target 28 April 2017, kemudian mereka menyebutkan target 18 Mei dengan alasan Pak Mendagri sedang ke Natuna, sehingga voting tidak bisa dilakukan tanpa kehadiran pemerintah," kata Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini dalam diskusi Polemik SindoTrijaya di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (20/5/2017).

Dalam pidato sidang paripurna beberapa waktu yang lalu, Ketua DPR RI Setya Novanto bahkan tidak memberikan kepastian kapan RUU Pemilu ini akan disahkan.

"Pak Setya Novanto mengatakan diharapkan selesai akhir Mei, kalau diharapkan berarti harapan itu bisa melesat lagi, namanya juga harapan," katanya.

 

Titi mengkritisi perencanaan RUU Pemilu dimulai dari pengajuan draf oleh pemerintah ke DPR yang sejak awal dinilai sudah bermasalah. Perludem sendiri sudah mengingatkan agar akhir 2014 draf RUU Pemilu sudah harus diserahkan pemerintah ke DPR dan dimasukan ke dalam program legislasi nasional (prolegnas) 2015.

"Kita minta untuk menjadi prolegnas dari tahun 2015 tidak dijadikan prolegnas bahkan baru menjadi prolegnas 2016 bahkan RUU Pemilu diserahkan ke DPR baru bulan Oktober tahun 2016 jadi ini sebuah beban yang sangat berat, besar, kompleks tapi mendapatkan alokasi waktu yang sangat sempit," katanya.

Pansus yang masih berkerja membahas RUU Pemilu, kata Titi, merupakan orang yang luar biasa "superman" dan "superwoman" karena ada 543 pasal yang dibahas dari pengabungan tiga subtansi undang-undang yang sebelumnya terpisah.

"Jadi kalau ita hitung-hitung dari Oktober 2016 sampai Mei 2017 itu 7 bulan belum lagi dipotong reses dan sebagainya. Jadi pertaruhannya sangat besar. Satu pertaruhan beban dan substansi yang sangat kompleks diperhadapkan dengan proses waktu yang sangat singkat," katanya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming