Image

Praktik Pungli, Bandara Ngurah Rai Tunggu Hasil Investigasi Polda Bali

Nurul Hikmah, Jurnalis · Sabtu, 20 Mei 2017 - 03:59 WIB
Ilustrasi Ilustrasi

DENPASAR - Menyikapi peristiwa tertangkapnya oknum petugas sekuriti bandara akibat praktik pungutan liar atau pungli, manajemen Bandara I Gusti Ngurah Rai mendukung sepenuhnya proses yang sedang berlangsung di kepolisian.

Arie Ahsanurrohim selaku Communication & Legal Section Head menyatakan sikap tegas Angkasa Pura I terhadap segala bentuk praktik pungli. Dikabarkan bahwa pada Rabu 16 Mei 2017 malam salah satu oknum sekuriti bandara telah tertangkap tangan melakukan praktik pungli. Petugas sekuriti itu berstatus alih daya atau outsourcing yang bertugas di pintu masuk terminal keberangkatan internasional.

“Saat ini kami masih menunggu proses investigasi yang dilakukan oleh Tim Saber Pungli Polda Bali. Apabila terbukti bersalah maka kami juga akan memproses yang bersangkutan sesuai ketentuan perusahaan,” katanya di Badung, Jumat 19 Mei 2017.  

“Kami akan terus kooperatif. Kami juga mengajak masyarakat untuk membantu mengawasi. Apabila melihat dan mempunyai bukti dapat segera laporkan ke kami. Semoga dengan adanya peristiwa ini juga akan memberikan efek jera. Dengan begitu Bandara I Gusti Ngurah Rai dapat bersih dari segala praktik pungli,” tuturnya.

Pihaknya mengklarifikasi bahwa area check in bukan termasuk area steril, melainkan daerah terbatas (restricted area). Yang diperkenankan masuk ke area tersebut adalah penumpang, air crew dan pegawai pemegang pas bandara.

Ia melanjutkan, proses pre-screening ini dilakukan oleh petugas Aviation Security. Dengan begitu, jika ada kejadian di luar prosedur, maka hal ini akan dievaluasi dan diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Namun demikian, pada situasi tertentu, tour guide dapat memasuki daerah terbatas dengan dikawal oleh petugas sekuriti bandara, dengan mempertimbangkan kondisi faktual dan objektif operasional. Kondisi tersebut dapat terjadi tergantung diskresi Team Leader atau  Squad Leader Sekuriti saat itu. Misalnya saat membawa rombongan calon penumpang penerbangan Internasional dalam jumlah besar dengan kondisi keterbatasan bahasa, untuk menghindari penumpukan penumpang di daerah terbatas.

(ran)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming