Image

Sempat Bersitegang, Pawai Dayak dan Aksi Bela Ulama di Pontianak Berjalan Kondusif

Ade Putra, Jurnalis · Sabtu, 20 Mei 2017 - 22:47 WIB
Ilustrasi pawai dayak (foto: Okezone) Ilustrasi pawai dayak (foto: Okezone)

PONTIANAK - Dua kegiatan antara Pekan Gawai Dayak (PGD) dengan Aksi Damai Bela Ulama, sempat terjadi gesekan karena kesalahpahaman, kini kondisinya berangsur normal setelah massa keduanya membubarkan diri setelah hujan mengguyur.

Selain itu gesekan tak berlanjut, karena kepolisian sejak pagi sudah menyagakan ratusan anggota Brimob untuk mengamankan dua kegiatan masyarakat yang berlangsung secara bersamaan tersebut. Penjagaan juga diantisipasi untuk meminimalisir adanya isu sara yang sedang ramai terjadi.

“Karena ini agenda Nasional, jadi kalau ada apa-apa jelas kita akan malu, masyarakat sendiri juga yang malu. Makanya harus kita jaga bersama-sama,” pinta Cornelis yang juga Presiden Majelis Adat Dayak Nasional.

Sebelumnya berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, peserta pawai PGD mengular ketika melewati Jalan Teuku Umar. Warga pun menyaksikan di pinggir jalan dengan antusias. Tak bisa dipastikan dalam kondisi macet tiba-tiba muncul isu ada penghadangan dari Aksi Damai Bela Ulama 205.

Mendengar kabar tersebut, peserta gawai langsung terpancing dan mulai turun dari kendaraan. Sambil berteriak mengacungkan mandau dan senjata tradisional lain. Kedua massa sempat bersitegang namun kondisi bisa langsung berhasil diredam aparat keamanan dengan selang tak sampai 15 menit.

Peserta Aksi Damai Bela Ulama 205 yang melakukan pawai yang bertolak dari titik kumpul di Masjid Raya Mujahidin menuju Mapolda Kalbar di Jalan Ahmad Yani I. Kembali melanjutkan aksinya serta massa PGD juga kembali melakukan pawai dengan tertib.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming