Mantap! KPPU Dalami Dugaan Kartel Bawang Putih

Arsan Mailanto, Okezone · Rabu 24 Mei 2017 03:40 WIB
https: img.okezone.com content 2017 05 24 340 1698428 mantap-kppu-dalami-dugaan-kartel-bawang-putih-4y035819cZ.jpg Bawag putih. (foto: antara)

BANGKA - Rapat Komisi KPPU Pada Selasa, 23 Mei 2017, telah memutuskan untuk meningkatkan status dugaan kartel bawang putih dari penelitian ke tahap Penyelidikan.

Keputusan ini diambil setelah dalam Rapat Komisi digelar hasil penelitian yang dilakukan oleh Investigator KPPU menunjukkan fakta-fakta adanya dugaan pengaturan distribusi bawang putih oleh beberapa pelaku usaha yang menguasai pasar hingga sekitar 50 persen.

Ketua KPPU, Syarkawi Rauf mengatakan, bahwa terdapat indikasi dugaan pengaturan distribusi bawang putih, mulai dari  proses importasinya hingga distribusinya. 

"Kami menduga terjadi pengaturan pasokan ke pasar mulai dari impornya melalui dua pintu masuk utama impor bawang putih ke Indonesia, yaitu pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan pelabuhan Belawan Medan," ujarnya kepada Okezone, Selasa (23/5/2017).

"Dugaan pengaturan ini telah berujung pada naiknya harga jual bawang putih di pasaran," sambungnya. 

Apalagi, kata Syarkawi, komposisi volume impor bawang putih di dua pintu masuk utama tersebut 94% melalui pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Sedangkan sisanya melalui pelabuhan Belawan Medan. Diduga terdapat lima group pelaku usaha yang menguasai impor bawang putih di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan satu kelompok pelaku usaha menguasai di pelabuhan Belawan Medan.

"Saat ini, Indonesia mengimpor sekitar 97 persen kebutuhan bawang putih Dalam negeri. Hanya sekira 3% yang dihasilkan sendiri di Dalam Negeri. Impor bawang putih Indonesia hampir semuanya berasal dari China," ungkapnya.

Dengan demikian, menurut Syarkawi langkah KPPU ini juga seiring dengan upaya pemerintah yang tengah berusaha keras untuk menjaga stabilitas harga pangan, baik melalui pembentukan Satgas Pangan yang digagas oleh Polri maupun istrumen pengawasan HET oleh kementerian perdagangan.

Tak hanya itu, pihaknya juga mengingatkan pentingnya antisipasi kondisi ini, terlebih saat ini akan memasuki bulan Ramadan dan Idul Fitri 2017, yang biasanya akan dimanfaatkan oleh beberapa pelaku usaha tertentu untuk mengambil keuntungan tidak wajar.

"Kita harus segera memberikan sinyal ke pasar bagaimana posisi ketersediaan pangan, dan langkah konkret apa yang dilakukan bila terjadi kenaikan harga, langkah KPPU masuk dalam tahap  penyelidikan untuk komoditas bawang putih ini menjadi penting sebagai bentuk kepastian hukum sekaligus early warning kepada pelaku usaha agar tidak coba-coba permainkan harga" tegas Syarkawi.

"Selain itu, KPPU akan segera ber Koordinasi dengan Tim satgas pangan Polri terkait penyelidikan dugaan kartel bawang putih yang Baru Saja diputuskan hari ini, Selasa, 23 Mei 2017," pungkasnya. (sym)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini