Cegah Bentrok di Papua, Pangdam Cenderawasih Minta Tokoh Adat Berikan Pesan Menyejukkan

Edy Siswanto, Okezone · Jum'at 26 Mei 2017 16:59 WIB
https: img.okezone.com content 2017 05 26 340 1700627 cegah-bentrok-di-papua-pangdam-cenderawasih-minta-tokoh-adat-berikan-pesan-menyejukkan-KzBQjJVTV5.jpg Pangdam Cenderawasih saat bertemu tokoh setempat. (Edy S/Okezone)

JAYAPURA - Pangdam XVII/ Cenderawasih, Mayjen TNI George Elnadus Supit berjanji akan menindak tegas anggota yang diduga melakukan pembakaran kitab yang mengakibatkan bentrok warga dan aparat pada Kamis 25 Mei 2017 siang.

"Benar ada kejadian seperti itu (pembakaran), namun yang bersangkutan tidak dengan sengaja melalukan itu. Rumah itu adalah kediaman Kasrem, dan saya sampaikan Kasrem beragama Katolik, silahkan dicek, saya akan proses kepada anggota yang lupa atau lalai itu dan akan terbuka," kata Pangdam XVII/Cenderawasih dalam sambutannya saat pertemuan dengan seluruh Forkompimda dan tokoh adat, serta tokoh agama di Gedung serbaru guna Kantor walikota Jayapura, Jumat (26/5/2017).

Geroge juga meminta seluruh pihak untuk menahan diri. Selain itu, ia meminta tokoh adat dan agama agar dapat memberikan pesan kesejukan kepada warga dan jemaatnya masing-masing.

"Saya memohon kepada semua yang ada disini, para tokoh agama dan pendeta agar bisa memberikan pesan kesejukan, dan karena kita sebagai orang Kristen harus mengandalkan kasih, karena tanpa kasih kita tidak bisa berdampingan, dan damai," ujarnya.

Pertemuan antar Forkompimda dan seluruh tokoh agama dan tokoh adat yang digelar di kantor Wali Kota Jayapura menyusul dengan dugaan pembakaran kitab oleh anggota TNI saat melakukan pembersihan di kediaman Kasrem 172/PWY di Padang Bulan Waena kemarin. Akibat isu yang dengan cepat berkembang, hingga aksi masa dan berujung anarkis terpaksa harus dibubarkan oleh aparat TNI/Polri.

[Baca Juga: Informasi Hoax Picu Kericuhan di Padang Bulan Jayapura]

Akibat hal aksi anarkis warga tersebut, Kapolres Kota Jayapura, AKBP Tober Sirait dan ajudannya Bripda Nyoman menjadi korban amuk masa, keduanya saat ini harus menjalani perawatan di RD Bhayangkara setelah menderita luka akibat lemparan batu warga. (sym)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini