nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pekan Pancasila Momentum Perkuat Kebangsaan

Hari Istiawan, Jurnalis · Senin 05 Juni 2017 11:20 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 06 05 65 1707666 pekan-pancasila-momentum-perkuat-kebangsaan-enxfaf37Ly.jpg Foto: Hari Istiawan/Okezone

MALANG - Kehadiran Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi), pada Kajian Ramadhan 1438 Hijriah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Sabtu 3 Juni 2017, di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang bertepatan dengan Pekan Pancasila, menjadi momentum untuk memperkuat kiprah kebangsaan Muhammadiyah yang telah melampaui satu abad.

Rektor UMM, Fauzan mengatakan, kedatangan Presiden Jokowi ini sejalan dengan semangat Muhammadiyah yang telah meneguhkan negara Pancasila sebagai darul-ahdi wasy-syahadah.

"Darul-ahdi bermakna bahwa negara kita ini merupakan hasil konsesus nasional yang melintasi keragaman etnis, agama, bahkan kekuatan politik dan golongan. Sementara darusy-syahadah menegaskan bahwa Tanah Air ini adalah bukti kesaksian kita atas Indonesia yang merdeka, yang harus dijaga bersama menuju negeri yang makmur, adil, dan bermartabat," ungkapnya.

Terlebih, tambah Fauzan, jika dilihat dari sisi historis, jauh sebelum Indonesia merdeka, Muhammadiyah telah bahu-membahu, turut membangun fondasi bangsa dan memperjuangkan kemerdekaan.

“Benang merah itu yang coba kita perkuat. Apalagi, UMM ini kan salah satu amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan yang telah mengukuhkan diri sebagai kampus kebangsaan. Jadi konteks kehadiran Pak Jokowi ini sangat relevan,” kata Fauzan.

Bagi Fauzan, kehadiran Presiden Jokowi di UMM ini sangat kontekstual dengan Pekan Pancasila yang dicanangkan pemerintah. Pekan Pancasila, sebagaimana disebut Jokowi, diupayakan untuk menguatkan dan memperkenalkan ulang dasar-dasar Pancasila serta menarik minat anak muda terhadap Pancasila, sehingga diharapkan seluruh komponen bangsa dapat menerapkan nilai-nilainya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Karena salah satu sasarannya anak muda, maka penguatan Pancasila oleh Presiden bisa langsung dirasakan oleh kaum muda Muhammadiyah se-Jawa Timur serta mahasiswa UMM yang berlatar keragaman etnis, suku, bahkan agama. Ini penting karena melalui anak muda, upaya memviralkan spirit Pancasila menjadi lebih mudah dan cepat dilakukan,” kata Fauzan.

Selain Jokowi, sejumlah tokoh yang dijadwalkan menjadi narasumber yaitu Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir; Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy; anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Abdul Malik Fadjar; Wakil Ketua MUI, Yunahar Ilyas; Ketua Dewan Pertimbangan MUI yang juga mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin; mantan Wakil Ketua MPR RI, Hajriyanto Y Thohari; Gubernur Jawa Timur, Soekarwo; Ketua PWM Jawa Timur, Saad Ibrahim; dan sejumlah tokoh lainnya. (afr)

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini