Polisi Kupang yang Tembak Kepala Sendiri Dikenal Baik dan Disiplin

ant, · Rabu 07 Juni 2017 11:15 WIB
https: img.okezone.com content 2017 06 07 340 1709642 polisi-kupang-yang-tembak-kepala-sendiri-dikenal-baik-dan-disiplin-hYnLrtUdp7.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

KUPANG - Kepala Kepolisian Resor Kupang Kota AKBP Anthon Ch Nungroho mengatakan, Aiptu Fransisco De Araujo yang diduga menembak dirinya sendiri merupakan seorang anggota kepolisian yang disiplin dalam bekerja.

"Orangnya baik, disiplin dalam bekerja dan sampai semalam kita telusuri melalui keluarganya tidak ada masalah pribadi yang dialami oleh anggota saya," katanya di Kupang, Rabu (7/6/2017).

Hal ini disampaikannya pascaseorang anggota Polres Kupang Kota Aiptu Fransisco De Araujo yang bertugas sebagai Kepala Unit Pengamanan Obyek Vital (Pamobvit) Polres Kupang Kota diduga menembak telinganya sendiri dengan revolver di kediamannya sendiri pada Selasa (6/6).

Fransisco dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Kupang dan masuk ke ruangan intensive care unit (ICU) untuk mendapatkan perawatan intensif sebab dalam keadaan kritis.

Anthon menyayangkan hal tersebut bisa terjadi karena seperti yang ia ketahui anggotanya tersebut selain mempunyai disiplin yang bagus dalam bekerja tetapi juga merupakan seorang yang periang. "Orangnya periang, selalu bercanda dengan petugas kepolisian yang lain. Kita sayangkan hal ini bisa terjadi pada dirinya. Kita berharap agar bisa segera pulih," ujarnya.

Mantan Wakapolres Sumba Timur ini mengatakan bahwa, sebelum peristiwa dugaan penembakan diri sendiri tersebut, pada pagi harinya Fransisco sempat mengikuti apel dan sempat mengecek tugas dari anggotanya dan sempat pamit dari anggotanya untuk tidak mengikuti apel lagi.

Anthon juga berharap agar kejadian tersebut adalah kejadian yang terakhir menimpa anggotanya.

Aiptu Fransisco yang kelahiran Timor Leste itu memiliki seorang istri bernama Martina Araujo dengan tiga anak, masing-masing Mebi Arujo, Putri Araujo dan Fadli Araujo. Kepala RS Bhayangkara Kupang Kompol dr Marthinus Ginting mengatakan sampai saat ini masih dirawat intensif tim medis rumah sakit tersebut.

Penanganan yang sedang dilakukan selain memberikan pasokan darah sebagai kebutuhan korban mengganti darah yang hilang, tetapi juga membantu pernapasan dengan memasang alat pernapasan. Penanganan yang dilakukan itu, kata dr Ginting, dalam upaya menstabilkan kondisi korban. Jika kondisi masih belum stabil, tim dokter belum bisa melakukan tindakan lebih.

Kapolres Kupang Kota menambahkan bahwa hingga pagi ini sampai berita ini diturunkan, kondisi kesehatan dari anggota belum membaik.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini