Tembak Kepala Sendiri, Polisi Kupang Dinyatakan Meninggal karena Gegar Otak

Adi Rianghepat, Okezone · Rabu 07 Juni 2017 16:12 WIB
https: img.okezone.com content 2017 06 07 340 1710086 tembak-kepala-sendiri-polisi-kupang-dinyatakan-meninggal-karena-gegar-otak-u7lRbPJ1fK.jpg

KUPANG - Anggota Polres Kupang Kota Aiptu Fransisco de Araujo yang menembak kepalanya sendiri di kamar tidur rumahnya meninggal karena kegagalan fungsi otak. Korban dinyatakan sekira pukul 15.22 Wita.

"Ya Araujo meninggal karena gagal atau mati batang otaknya dan meninggal pada pukul 15.22 Wita," kata Kepala RS Bhayangkara Kupang AKBP dr Marthinus Ginting di rumah sakit milik Polri, Rabu (7/6/2017).

Korban meninggal karena terjadi mati otak yang sangat parah. Hasil medis menujukan bahwa batang otaknya tidak lagi berfungsi. Sebelumnya, korban sempat dirawat intensif sejumlah dokter ahli antara lain ahli anesesi, jantung, saraf, penyakit dalam dan THT.

"Upaya maksimal sudah tim medis lakukan namun Tuhan menentukan lain," sambungnya.

Aiptu Fransisco de Araujo meninggal setelah dirawat intensif selama lebih dari 24 jam setelah menembak kepalanya sendiri dengan sebuah revolver di kamar tidurnya di bilangan Lasikode Kota Kupang, Senin (6/6) sekitar pukul 07.30 Wita. Korban memilih menembak kepalanya sendiri setelah pulang menghantar anak bungsunya ke sekolahnya.

Aiptu Fransisco yang kelahiran Timor Leste itu memiliki seorang istri bernama Martina Araujo dengan tiga anak, masing-masing Mebi Arujo, Putri Araujo dan Fadli Araujo. (sym)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini