nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Desa Ini Dulunya Sepi, tapi Berkat Jembatan Rancangan Kang Dedi, Kini Jadi Ramai

Mulyana, Jurnalis · Jum'at 09 Juni 2017 10:54 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 06 09 525 1711698 jembatan-penghubung-rancangan-kang-dedi-jadi-lokasi-favorit-ngabuburit-BGbEgiMgvu.jpg Jembatan Cihambulu (foto: Mulyana/Okezone)

PURWAKARTA - Amir Maulana (32) terlihat gembira. Pria berperawakan kecil warga Kampung Tanjung Garut, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta‎, Jawa Barat tak menyangka kampungnya saat ini menjadi daerah yang ramai dikunjungi masyarakat. Padahal, dulu daerahnya ini merupakan perkampungan sepi.

Perubahan ini terjadi sejak pemerintahan yang dipimpin Kang Dedi Mulyadi membuat akses jalur darat yang memadai di wilayahnya. Sebuah jembatan berkontruksi baja dan jalan cukup lebar, saat ini telah membentang melintasi Sungai Cilamaya yang selama ini menjadi pembatas beberapa desa di Kabupaten Subang. Jembatan Cihambulu, begitulah sebutannya.

Bisa dibilang, saat ini impian warga untuk memiliki infrastruktur yang layak akhirnya terlaksana. Kini masyarakat di kedua perbatasan wilayah ini bisa leluasa menikmati perjalanan tanpa harus melewati jalur utama (Subang-Purwakarta).

"Sejak Jembatan Cihambulu ini dibangun, kondisi di kampung kami tak lagi sepi seperti dulu. Sebab, sudah banyak kendaraan berlalu-lalang. Sehingga, membuat suasana di wilayah itu menjadi berwarna," ujar Amir saat dihubungi Okezone melalui selulernya, Kamis (‎8/6/2017).

Selain ramai oleh lalu lalang kendaraan, kata dia, di momentum ramadan ini pun lokasi tersebut menjadi tempat favorit masyarakat dari berbagai daerah untuk ngabuburit. Ya, ritual sore yang biasa dilakukan masyarakat tak kala menunggu kumandang adzan Magrib itu.

"Banyak warga yang didominasi remaja, sengaja datang ke sekitar jembatan untuk sekedar ngabuburit. ‎Adanya jembatan ini kampung kami jadi ramai," seloroh dia.

Dia menjelaskan, jalan dan jembatan penghubung ini merupakan impian warga di kampungnya sejak puluhan tahun lalu. Mengingat, kala itu akses yang digunakan dua desa berbeda kabupaten itu hanya sebatas jembatan gantung dari bambu.

"Dulu mah, kalau warga Desa Cijunti hendak ke Desa Bale Bandung Jaya (Subang) hanya bisa melalui jembatan bambu. Begitu juga sebaliknya. Kalau engga, ya harus muter menggunakan jalan utama," jelas dia.

Amir menambahkan, keberadaan jembatan ini membuat roda perekonomian masyarakat sekitar berputar lebih masif. Tak hanya itu, jalur tersebut mempermudah masyarakat yang ingin bekerja atau bepergian menggunakan kendaraan. Karena, tidak perlu lagi repot-repot memutar jalan lebih jauh.

"Alhamdulillah, akses baru ini sangat membantu masyarakat," ujar dia menambahkan.

Semantara itu, Kepala Dinas PU, Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Purwakarta, Budi Supriyadi menambahkan, jalan dan jembatan penghubung ini sengaja dibangun. Supaya, masyarakat dua desa dari kedua kabupaten yang saling bertetangga itu bisa lebih terbantu. Terutama dari segi perekonomian.

"Pembangunan jembatan Cihambulu ini dimulai pada pertengahan tahun lalu. Untuk kontruksi jembatan dan pengerasan jalan hingga perbatasan wilayah, telah rampung," jelas dia.

Budi menjelaskan, jembatan yang baru dibangun ini panjangnya sekitar 65 meter dengan lebar 12 meter. Selain jembatan yang melintas di Sungai Cilamaya, pihaknya pun sekaligus membuka jalan yang panjangnya sekitar 500 meter.‎

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini