30 Kali Beraksi, Polisi Tembak Mati Pelaku Curanmor di Bandung

CDB Yudistira, Okezone · Sabtu 10 Juni 2017 14:59 WIB
https: img.okezone.com content 2017 06 10 525 1712768 30-kali-beraksi-polisi-tembak-mati-pelaku-curanmor-di-bandung-afWl4NzeQk.jpg

BANDUNG - Berkali-kali melakukan aksi pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) dua orang kawanan asal Lampung, berhasil dibekuk unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Bandung.

Malam kemarin, Jumat 9 Juni 2017, polisi terpaksa menembak mati Helmidi (25) karena melawan saat akan ditangkap, sedangkan tersangka lain atas nama Rozali Wanda (79) berhasil diamankan polisi.

"Pelaku ini melawan dengan cara menembakan senjata rakitan kepada anggota, dan terpaksa kami beri tindakan tegas," jelas Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Hendro Pandowo, dengan didampingi Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, AKBP M Yoris, di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Bandung, Sabtu (10/6/2017).

Hendro menuturkan, penangkapan terhadap kawanan pelaku pencurian motor ini, berawal saat Tim Opsnal Jatanras, melakukan patroli di wilayah Ciateul Kota Bandung.

Saat tengah melakukan patroli, petugas mencurigai dua orang dengan menggunakan sepeda motor, bergelagat mencurigakan.

Kemudian polisi pun menghampiri keduanya. Namun saat akan dihampiri, keduanya melarikan diri. Aksi kejar-kejaran pun terjadi.

Salah seorang pelaku saat tengah aksi kejar-kejaran mengacungkan senjata api kepada petugas dan menembakan senjata api milik pelaku sebanyak dua kali.

Beberapa kali setelah mencoba di peringati tak diindahkan pelaku, petugas pun akhirnya memberikan tindakan tegas kepada pelaku, dan pelaku pun berhasil dilumpuhkan. Timah panah petugas polisi pun menembus dada pelaku.

"Satu orang pelaku lainnya, tak berkutik setelah anggota kami lainnya melakukan penyergapan," jelasnya.

Satu senjata api rakitan, beberapa kunci buatan, satu sepeda motor, dan beberapa amunisi peluru dari pistol rakitan pelaku, diamankan polisi sebagai barang bukti.

"Mereka ini sudah 30 kali melakukan aksi pencurian di kota Bandung dan sekitarnya," ungkapnya.

Dalam setiap aksinya, Hendro mengungkapkan kawanan ‎tersebut, terkenal sadis dalam beraksi. "Mereka tak segan-segan menghabisi korbannya untuk mendapatkan motor incarannya," jelasnya.

Saat ini, lanjut Hendro, pihaknya masih tengah melakukan pengembangan, guna penyelidikan lebih lanjut.‎

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini