nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden Korsel: Butuh Waktu Selesaikan Masalah 'Budak Seks' dengan Jepang

Silviana Dharma, Jurnalis · Senin 12 Juni 2017 22:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 06 12 18 1714324 presiden-korsel-butuh-waktu-selesaikan-masalah-budak-seks-dengan-jepang-qo96bqdZwz.jpg Presiden Korsel Moon Jae-in temui Sekjen Partai Demokrat Liberal Toshihiro Nikai di Seoul. (Foto: Kyodo)

SEOUL – Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mengakui hubungan bilateral dengan Jepang terkendala isu sejarah. Seperti diketahui, Negeri Ginseng merupakan daerah jajahan Kekaisaran Negeri Matahari Terbit pada 1910 hingga 1945.

Selama masa-masa kelam tersebut, Jepang banyak memaksa perempuan di Seoul menjadi wanita penghibur alias budak seks. Pemerintah Jepang pernah meminta maaf pada 1993. Tahun lalu, Tokyo juga memberikan kompensasi sebesar 1 miliar yen atau Rp120 miliar untuk korban yang masih hidup dan keluarga korban yang sudah meninggal.

Selama berpuluh-puluh tahun, luka inilah yang terus menjadi persoalan sensitif di antara kedua negara. Dalam pewartaan Reuters, Senin (12/6/2017), Presiden Moon membahas hal ini dalam pertemuannya dengan Sekretaris Jenderal Partai Liberal Demokrat di Jepang, Toshihiro Nikai.

Dari hasil diskusi tersebut, pengganti Park Geun-hye tersebut menyampaikan bahwa kedua negara butuh waktu untuk menyelesaikan kendala ini. Dia meyakinkan sudah meminta pemerintah Jepang untuk bekerja sama dan memahaminya.

"Bagaimana pun, Korea Selatan dan Jepang tidak seharusnya berada dalam situasi di mana kerjasama pada bidang lain terus terhambat karena masalah ini," pinta Moon.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini