Dikira Sakit Perut Biasa, Dokter Angkat 13 Kg Kotoran dari Usus Pria China

Rifa Nadia Nurfuadah, Okezone · Selasa 13 Juni 2017 13:26 WIB
https: img.okezone.com content 2017 06 13 18 1714744 dikira-sakit-perut-biasa-dokter-angkat-13-kg-kotoran-dari-usus-pria-china-objd3oumek.jpg Dokter mengangkat usus besar seorang pria di China sepanjang 76 cm dan berisi 13 kg kotoran. (Foto: Shanghai Tenth People's Hospital)

SHANGHAI - Zhou Hai tak dapat menahan sakit di perut yang mulai terasa tiga hari sebelumnya. Napas Zhou tersengal-sengal. Saat mendatangi rumah sakit (RS), ia pun segera mendapat perawatan dari dokter.

Setelah memeriksa Zhou dengan seksama, para dokter di Shanghai Tenth People's Hospital mendiagnosa, pria 22 tahun itu menderita megakolon. Ini adalah kondisi saat usus besar seseorang melebar hingga menghentikan pergerakan usus.

Saat tiba di rumah sakit, perut Zhou membesar seperti seseorang yang sedang mengandung. Hasil CT scan menunjukkan, usus besarnya menyimpan feses dalam jumlah amat banyak.

Perut Zhou Hai membesar. (Foto: Shanghai Tenth People's Hospital)

Bergerak cepat, para dokter menaikkan Zhou ke meja operasi selama tiga jam. Untuk menyelamatkan nyawa Zhou, dokter mengangkat usus besar Zhou sepanjang 76 cm yang berisi 13 kg feses. Demikian dilansir Asia One, Selasa (13/6/2017).

Ternyata, Zhou menderita kelainan Hirschprung sejak lahir, yaitu kondisi medis hilangnya saraf di usus besar. Akibatnya, organ tersebut tidak dapat berkontraksi dengan normal untuk mengeluarkan kotoran di dalam usus (feses) secara alami.

Orangtua Zhou mengira, konstipasi yang dialami anaknya tersebut bukan masalah serius. Mereka pun tidak mencari pengobatan medis khusus. Sehari-hari, Zhou mengonsumsi obat pencahar untuk mengatasi ketidaknyamanan dalam perutnya. Padahal, jika tidak dirawat dengan baik, kelainan ini bisa menyebabkan konstipasi kronis dan terbentuknya megakolon seperti yang dialami Zhou.

Bagian usus besar Zhou yang membesar menjadi megakolon penuh dengan feses. (Foto: Shanghai Tenth People's Hospital )

Biasanya, kelainan Hirschsprung dialami bayi hingga usia 48 jam usai kelahiran. Kasus ini amat jarang ditemukan di orang dewasa seperti Zhou. Penderita kelainan Hirschsprung juga cenderung berisiko terkena infeksi usus yang disebut enterocolitis dan membahayakan nyawa.

Perawatan kelainan Hirschsprung membutuhkan operasi pengangkatan bagian usus besar yang bermasalah. Dokter menyarankan, para orangtua mencari bantuan medis jika anak mereka mengalami konstipasi terus menerus.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini