nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Modal Kartu Pengenal MA dan KY, 3 Pria Ini Nyaris Raup Ratusan Juta

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Selasa 13 Juni 2017 15:44 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 06 13 338 1714977 modal-kartu-pengenal-ma-dan-ky-3-pria-ini-nyaris-raup-ratusan-juta-TYES8QS7kM.jpg Penangkapan (Foto: Ist)

JAKARTA - Polres Metro Jakarta Pusat berhasil mengungkap aksi kejahatan penipuan yang bermoduskan sebagai penegak hukum. Para pelaku menawarkan jasa makelar hukum dengan imbalan ratusan juta.

"Kami berhasil mengungkap sindikat penipuan yang mengaku sebagai lembaga yudisial," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Suyudi Ario Seto di Mapolres Metro Jakarta Pusat, Selasa (13/6/2017).

Suyudi menjelaskan, ketiga pelaku adalah Agus Surya, Ridwan dan Sahrudin. Para pelaku diketahui sudah melakukan aksinya tiga kali. Korbannya, kata Suyudi, adalah yang punya persoalan hukum di Mahkamah Agung (MA) sehingga menjadi sasaran empuk pelaku.

"Jadi, si AS ini adalah otak pelakunya, kemudian para pelaku langsung menelefon korban," ucapnya.

Mereka awal mulanya mencari data orang yang memiliki masalah hukum. Kemudian, para mendapati NN dan langsung menelefonnya dan menawarkan jasa menyelesaikan persoalan-persoalan NN.

"AS ini menelefon NN dan berjanji bisa membantu persoalan hukumnya," tuturnya.

Pada awalnya, NN mempercayai tawaran para penipu, bahkan kedua belah pihak sempat negosiasi ongkos jasanya sekira Rp350 juta. "Jadi, NN ini awalnya percaya. Bahkan, sempat menyanggupi membayar Rp350 juta," ujarnya.

Setelah sepakat, akhirnya NN dan pelaku janjian di sebuah Hotel Rivoli kawasan Senen, Jakarta Pusat. Namun, saat di perjalanan pelaku menelefon korban bahwa dirinya tidak bisa menemuinya sehingga diwakili.

"Pas di jalan, NN ditelefon, dirinya tidak dapat menemuinya, tapi AS meminta uang tanda jadi sekira Rp17 juta terlebih dahulu," lanjutnya.

Rupanya, NN merasa curiga dengan gerak-gerik para pelaku, sehingga melaporkan kepada pihak kepolisian.

"NN langsung melaporkan, dan saat bertemu dengan perwakilan pelaku di hotel yang ditentukan Tim Alpha Pus langsung menggerebek di hotel tersebut," tutupnya.

Dari tangan pelaku, polisi menemukan uang sebesar Rp10 juta, Kartu Tanda Pengenal Mahkamah Agung (MA) dan Komisi Yudisial (KY) palsu.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini