nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Duh, Masalah Kesehatan Mental Hantui Mahasiswa di Inggris

Siska Permata Sari, Jurnalis · Rabu 14 Juni 2017 04:08 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 06 13 65 1714810 duh-masalah-kesehatan-mental-hantui-mahasiswa-di-inggris-oTUgolPRan.jpg Foto: Shutterstock

INGGRIS - Persoalan kesehatan mental di kalangan mahasiswa di Inggris menjadi persoalan serius. Pasalnya, berdasarkan survei dari National Union of Student (NUS) pada 2015 lalu menunjukkan bahwa 78 persen pelajar dan mahasiswa mengalami masalah kesehatan mental. Bahkan, 33 persen di antaranya memiliki pemikiran untuk mengakhiri hidup.

Banyak hal yang bisa memicu kondisi stres dan depresi di kalangan mahasiswa antara lain, biaya kuliah yang tinggi, utang, adaptasi diri, sosialisasi, dan pengelolaan diri terhadap beban kerja serta tanggung jawab yang baru.

Melansir dari The Conversation, beberapa universitas di dunia telah menangani problema kesehatan mental ini dengan sejumlah program. Seperti penerapan cara Leeds University's Light Cafe yang menggunakan pencahayaan cukup untuk meningkatkan konsentrasi, membangun mood yang baik, dan meningkatkan energi.

Berbeda lagi dengan yang dilakukan Edinburgh University yang menggunakan metode pet therapy sebagai penangkal stres dan depresi mahasiswanya. Universitas ini juga telah mengucurkan dana 140.000 poundsterling atau setara Rp2,4 triliun untuk membuka layanan konseling dengan tutor pribadi yang siap menawarkan pertolongan pertama hingga dukungan lanjutan bagi mahasiswa yang memiliki tanda-tanda masalah kesehatan mental.

Sementara periset di Salford University membuat ProtectED sebagai skema akreditasi yang menilai suatu universitas dari indikator keselamatan, keamanan, dan kesejahteraan para mahasiswanya. Projek yang dikembangkan oleh para akademisi tersebut juga memberikan program pelatihan dan studi kasus di universitas untuk mendukung langkah-langkah menangani masalah kesehatan mental.

Selain mengganggu aktivitas belajar dan mengancam keselamatan jiwa mahasiswa, ProtectED juga telah menemukan bahwa ada korelasi antara masalah kesehatan mental dan jumlah mahasiswa yang putus sekolah. Ini menunjukkan bahwa universitas perlu ikut turun tangan dalam mengatasi masalah kesehatan mental mahasiswa.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini