nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sebuah Gedung di Kenya Roboh Mendadak, Dua Anak Terjebak Reruntuhan Selama 24 Jam

Rufki Ade Vinanda, Jurnalis · Rabu 14 Juni 2017 07:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 06 14 18 1715498 sebuah-gedung-di-kenya-roboh-mendadak-dua-anak-terjebak-reruntuhan-selama-24-jam-l9O4z7K4tZ.jpg Gedung roboh di Kenya. (Foto: BBC)

NAIROBI - Dua orang anak di Nairobi, Kenya terjebak di bawah reruntuhan sebuah gedung berlantai tujuh yang mendadak roboh selama hampir 24 jam. Beruntung, setelah berjuang tanpa berhenti, petugas berwenang berhasil menyelamatkan keduanya.

Kedua bocah tersebut diketahui terdiri dari satu anak lelaki dan satu perempuan. Mereka dikeluarkan dari reruntuhan dalam keadaan masih hidup dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Sementara itu, seorang perempuan dewasa juga berhasil dikeluarkan dari reruntuhan gedung yang berada di kawasan Kware Pipeline Ebakasi timur itu.

A child rescued from the rubble is treated by medics in Nairobi. Photo: 13 June 2017

Seorang bocah yang diselamatkan dari reruntuhan. (Foto: BBC)

Sayangnya perempuan itu kemudian dinyatakan meninggal ketika tiba di rumah sakit. Dinukil dari BBC, Rabu (14/6/2017), terhitung korban tewas akibat insiden tersebut mencapai lima orang dan diperkirrakan belasan orang masih hilang. Laporan sementara menyebut, korban yang hilang jumlahnya mencapai 15 orang. Namun, angka ini belum dikonfirmasi oleh pihak berwenang.

Seorang saksi mata menyatakan, sebelum bangunan apartemen itu roboh, telah ditemukan sejumlah retakan di dinding bangunan. Beberapa penghuninya yang merasa khawatir bahkan telah mengemasi barang-barangnya dan meninggalkan tempat tersebut.

Petugas berwenang kini terus melakukan proses evakuasi terhadap korban dan menyelidiki insiden ini. Beberapa waktu belakangan, musibah gedung roboh memang kerap terjadi di Kenya terutama di Nairobi. Sebagian besar gedung yang roboh tersebut diketahui merupakan apartemen dengan harga murah di kawasan kumuh dan dihuni penduduk miskin. Kemungkinan besar, gedung-gedung itu dibangun tidak sesuai dengan standar yang seharusnya.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini