nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden Prancis: EU Tetap Membuka Pintu bagi Inggris

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Rabu 14 Juni 2017 10:09 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 06 14 18 1715573 presiden-prancis-eu-tetap-membuka-pintu-bagi-inggris-SPPKusaMzi.jpg Perdana Menteri Inggris Theresa May dan Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam pernyataan pers bersama di Champ Elysee, Paris (Foto: Philippe Wojazer/Reuters)

PARIS – Perdana Menteri (PM) Inggris Theresa May melakukan kunjungan kenegaraan ke Paris, Prancis, untuk bertemu Presiden Emmanuel Macron. Pertemuan tersebut sangat penting menjelang dimulainya proses negosiasi Brexit pada 19 Juni 2017.

Presiden Macron dikenal sebagai seorang pendukung blok Uni Eropa (UE). Sementara di sisi lain, PM May harus menjalankan mandat negara. Kekhawatiran utama dari Brexit adalah Macron akan mempersulit negosiasi Brexit. Tetapi, hal tersebut ditepis oleh pria berusia 39 tahun itu.

“Pintu tentu saja selalu terbuka sepanjang negosiasi Brexit belum selesai, namun keputusan berdaulat untuk meninggalkan UE telah diambil dan saya menghormati keputusan tersebut,” ujar Emmanuel Macron dalam pernyataan pers bersama, seperti dimuat Reuters, Rabu (14/6/2017).

Kendati memiliki pandangan berbeda terkait Brexit, kedua kepala pemerintahan bersepakat dalam upaya menanggulangi terorisme. May dan Macron akan bekerja sama untuk mencari cara agar mengurangi ujaran kebencian di internet yang merupakan awal dari terorisme.

“Kami meluncurkan kampanye bersama Inggris-Prancis untuk memastikan bahwa jaringan internet tidak menjadi ruang yang aman bagi teroris dan penjahat kriminal serta tidak bisa digunakan sebagai tempat menyebarkan materi radikalisme,” tutur Theresa May.

Ketua Partai Konservatif itu menambahkan, kampanye bersama kedua negara juga mencakup perumusan tanggung jawab hukum bagi perusahaan-perusahaan teknologi informasi (IT) jika gagal mengambil langkah yang diperlukan untuk menghapus konten-konten terorisme.

“Kami memutuskan untuk lebih jauh meninjau rencana konkret untuk menegakkan obligasi perusahaan media sosial untuk menghapus konten yang mempromosikan kebencian dan terorisme secara online. Langkah-langkah yang dilakukan sekarang tidak cukup,” ungkap Emmanuel Macron.

Keduanya sama-sama menyaksikan pertandingan persahabatan antara tim nasional Prancis melawan Inggris di Stadion Stade de France. Pertandingan dimulai dengan mengheningkan cipta bagi korban tragedi bom Manchester dan serangan teror London. Stadion tersebut diketahui sebagai salah satu lokasi teror Paris November 2015 yang menewaskan lebih dari 130 orang.

(war)

Berita Terkait

prancis

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini