nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pascateror, Polisi Tetap Waspada Tetapi Inggris Sudah Aman

Silviana Dharma, Jurnalis · Rabu 14 Juni 2017 20:36 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 06 14 18 1716332 pascateror-polisi-tetap-waspada-tetapi-inggris-sudah-aman-CrUs5o4Qsr.jpg Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik. (Foto: Silvi/Okezone)

JAKARTA - Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik memastikan kondisi di negara asalnya sudah aman. Seperti diketahui Inggris baru-baru ini dilanda tiga serangan teroris dalam waktu berdekatan.

Moazzam menjelaskan, tingkat keamanan di Inggris saat ini sama saja dengan negara lain di Eropa. "Risiko dan ancaman serangan terorisme tetap ada, cukup tinggi kemungkinannya, tetapi peluangnya tidak lebih besar maupun lebih kecil dari negara-negara lain, termasuk Jakarta," ucapnya dalam acara buka bersama dengan awak media di Patra Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (14/6/2017).

Pemerintah dan warga Inggris sendiri sudah kembali menatap ke depan. Menurut Moazzam, yang perlu dilakukan saat ini adalah meningkatkan kewaspadaan kapan pun dan di mana pun. Polisi Inggris khususnya, terus bekerja menjaga keselamatan negara dan warganya.

Sementara itu, pemerintah melalui parlemen tengah mencanangkan revisi terhadap undang-undang antiterorisme. Pemerintah dan polisi dalam hal ini akan bekerja sama mencari strategi terbaik untuk mencegah aksi teror serupa melanda Negeri Ratu Elizabeth.

"Hampir 10 tahun, Inggris beruntung tidak terkena serangan teror. Tapi baru-baru ini dilanda tiga sekaligus. Serangan ini kami lihat sekarang bisa terjadi di mana saja, tidak hanya di Eropa," katanya.

Ia mencontohkan Jakarta, Istanbul dan negara kawasan lain juga terancam. Pola ini menunjukkan terorisme sudah menjadi ancaman yang harus diperangi bersama.

"Untuk itu, penting sekali menjalin kerjasama kontra terorisme dengan semua negara. Begitu juga solusinya harus lintas batas dan dalam ranah internasional," imbuhnya.

Salah satu negara yang menjadi acuan Inggris untuk menanggulangi terorisme dan ekstremisme adalah Indonesia. Diplomat berdarah Pakistan itu mengungkap, pihaknya akan mengundang sekira 10-20 pelajar dan mahasiswa Inggris untuk mengajar bahasa Inggris di pesantren dan universitas Islam.

"Tujuannya, mereka bisa mengajar bahasa Inggris sekaligus mendalami ajaran agama, khususnya Islam di Indonesia," sambung dia.

Moazzam memuji Islam di Indonesia yang damai dan moderat. Ia yakin Inggris bisa banyak belajar menanggulangi ancaman dan serangan teroris dari Nusantara. Selain mahasiswa, ia juga akan mengusahakan lembaga Islam di Inggris bisa datang ke Indonesia untuk berdiskusi soal terorisme, ekstremisme, dan belajar dari pengalaman Indonesia menanggulangi semua itu.  

(emj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini