nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BBPOM Medan Gerebek Gudang Makanan Ilegal, Ratusan Kotak Bahan Kue Disita

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Rabu 14 Juni 2017 06:34 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 06 14 340 1715496 bbpom-medan-gerebek-gudang-makanan-ilegal-ratusan-kotak-bahan-kue-disita-rfClnNq0KM.jpg

MEDAN – Petugas Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Medan menggerebek sebuah rumah toko (ruko) di Kompleks Cemara Residen, Jalan Metal, Kota Medan, Selasa 13 Juni 2017 malam.

Ruko bernomor B-14 itu digerebek karena patut diduga dijadikan tempat penyimpanan bahan tambahan pangan ilegal. Dari ruko tersebut diamankan ratusan kotak berisikan 8 jenis bahan tambahan pangan‎ untuk olahan kue kering yang biasanya dijadikan sebagai kue Lebaran.

Kepala Seksi Penyidikan (Kasidik) BBPOM Medan, M Marbun, mengatakan, penggerebekan dan penyitaan bahan tambahan pangan ilegal ini mereka lakukan, berawal dari informasi yang diterima BBPOM dari masyarakat terkait adanya peredaran bahan tambahan pangan yang diduga ilegal.

Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan hingga petugas BBPOM harus melakukan pengintaian beberapa hari karena pintu ruko selalu tertutup. Begitu ruko dibuka, petugas langsung melakukan penggerebekan.

"Pengamanan ini kita lakukan untuk mencegah ‎beredarnya bahan tambahan pangan yang tidak layak konsumsi menjelang Lebaran. Itu karena seluruh bahan yang diamankan adalah bahan tambah pangan untuk membuat kue lebaran. Ada 8 jenis dengan jumlah total ratusan kotak," ujar Kepala Seksi Penyidikan (Kasidik) BBPOM Medan, M Marbun.

Ia memaparkan, kedelapan jenis bahan tambahan pangan olahan itu yakni Lion Brotrher 55 ml sebanyak 90 kotak, ‎ Lion Brother 5 kg berjumlah 9 kotak, Bluberry Flavour 5 Kg berjumlah 25 jerigen, Flavour sebanyak 6 drum, Lion Brother 15 ml sebanyak 6 kotak. Lion Brother 1 kg 45 kotak, C Acid 25 kg sebanyak18 goni, dan produk plastik putih ukuran 1 kg sebanyak 102 bungkus.

"Dari hasil pemeriksaan ini, kita temukan pemilik barang atas nama Cristian tidak memiliki izin edar dan atau izin edarnya sudah habis," tegas Marbun.

Ia mengatakan, bahan tambahan pangan itu telah merugikan negara, dengan total kerugian mencapai puluhan juta karena tak memiliki izin edar.‎

"Untuk asal barang ini, semuanya diimpor dari Cina dan untuk pendistribusiannya kita baru ketahuan dijual di Medan. Namun, akan kita dalami di mana aja dijual," katanya.

Marbun menyebutkan saat ini mereka sudah berkoordinasi dengan Polda Sumut untuk mengamankan seluruh bahan pangan tambahan ilegal itu dibawa ke Kantor BBPOM Medan untuk dilakukan pemeriksaan dan pemberkasan.

"Pemilik barang pasti kita periksa dan kita lakukan BAP. Kita lihat nanti juga, apakah bahan tambahan pangan ini, berbahaya atau tidak jika dikonsumsi. Nanti dari hasil penyidikan ketahuan itu pasti. Makanya ini kita dalami dulu," katanya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini