nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ya Ampun.. Gara-Gara 1 Remaja Dikeroyok, 2 Kampung di Demak Nyaris Tawuran

Taufik Budi, Jurnalis · Kamis 15 Juni 2017 07:13 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 06 15 512 1716529 ya-ampun-gara-gara-1-remaja-dikeroyok-2-kampung-di-demak-nyaris-tawuran-pgHVEDZkqx.jpg

DEMAK - Pertikaian para remaja saat mendaftar sekolah nyaris berakhir menjadi tawuran antarkampung di Demak Jawa Tengah. Sebelum konflik meluas, para remaja yang siang harinya saling pukul lantas dipertemukan sambil disaksikan tokoh masyarakat dari masing-masing kampung.

Peristiwa itu bermula saat Fajar Nur Rifqi (15), warga Dukuh Logantung RT 5/1 Kecamatan Kebonagung, Demak, hendak mendaftar ke SMAN 1 Dempet. Usai parkir, dia mendadak dihadang Komari (15) dan Rifqi Ridiasmara (16), keduanya warga Desa Kedungori Kecamatan Dempet, Demak.

"Dua pelaku ini bilang jika korban katanya menantang warga Kedungori. Pelaku kemudian juga langsung memukul korban hingga mengakibatkan korban menderita luka robek di kepala bagian belakang sebelah kanan," ujar Kabag Ops Polres Demak, Kompol Sutomo, Kamis (15/6/2017).

Kabar pengeroyokan di area sekolah itu pun dengan cepat menyebar hingga terdengar polisi. Tak ingin konflik antarwarga itu semakin runyam, tokoh-tokoh antardesa diminta bertemu untuk menyelesaikan masalah para remaja yang terlibat.

Disepakati, pertemuan digelar di rumah Kades Kedungori, Sular, pada Rabu malam usai Salat Tarawih. Dalam pertemuan itu selain menghadirkan para remaja bertikai beserta keluarganya juga dihadiri masing-masing kades. Sebagai penengah, Bhabinkamtibmas Desa Kedungori, Brigadir Sumarto, turut hadir di lokasi.

"Para remaja yang siangnya terlibat konflik langsung dihadirkan bersama keluarga masing-masing. Para pelaku mengaku bersalah dan minta maaf kepada korban dan keluarganya. Kemudian korban dengan ikhlas memaafkan para pelaku," jelasnya.

Menurutnya, kedua belah pihak sepakat untuk untuk damai dan tidak mempermasalahkan kejadian tersebut. "Mereka juga tidak akan saling menuntut baik materiil atau lainnya. Kedua belah pihak sepakat setelah kejadian ini tidak akan mempermasalahkan kembali dan tidak ada unsur dendam di kemudian hari," pungkasnya. (sym)

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini