nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Full Day School, Kultur Indonesia Beda dengan Negara Lain

Kamis 15 Juni 2017 16:18 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 06 15 65 1717097 full-day-school-kultur-indonesia-beda-dengan-negara-lain-JkmupAl4o8.jpg Foto: Ilustrasi Okezone

YOGYAKARTA - Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) telah meneken Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang hari sekolah yang mana di dalamnya termasuk menjelaskan aturan lima hari dalam sepekan. Meski masih menjadi perdebatan dan silang pendapat di berbagai kalangan pemerhati, pemerintah tetap mengesahkan peraturan yang akan mulai berlaku di tahun ajaran 2017-2018 ini.

Ki Prof Supriyoko Direktur Pascasarjana Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) mengungkap, pemberlakuan lima hari sekolah harus dibarengi dengan kemauan melakukan evaluasi. Pasalnya, Supriyoko menilai kultur masyarakat Indonesia cukup berbeda dengan negara-negara yang selama ini menerapkan sistem sekolah lima hari.

"Perbandingannya mungkin Jepang di mana siswanya serius belajar dari pagi sampai sore, kultur bekerja dan belajar sangat kuat di sana. Tanpa menjelekkan bangsa sendiri tapi kita sedang mengarah ke sana jadi sekolah lima hari harus dibarengi evaluasi dan mungkin bisa dimulai dahulu dari sekolah rintisan yang sudah representatif," ungkapnya seperti dilansir dari KRjogja.com, Kamis (15/6/2017).

Dikatakan Supriyoko, evaluasi menjadi hal yang sangat penting untuk menilai keberhasilan peraturan tersebut. "Harusnya diterapkan dulu di sekolah yang ada di kota, pinggiran, swasta dan negeri, dirintis dulu selama satu tahun dan dievaluasi. Dari situ akan ketahuan efektif tidak, kalau banyak kendala maka disetop," lanjutnya.

Jika didasarkan dengan pola pengajaran Ki Hajar Dewantara yang merupakan bapak pendidikan bangsa, disebut Supriyoko ada tiga hal penting yang harus diperhatikan dalam pendidikan usia dini yakni keluarga, sekolah dan masyarakat.

"Nah dengan sekolah lima hari apakah akan banyak kehilangan waktu di luar dalam satu hari karena perlu diperhatikan juga bahwasannya karakter anak-anak kita beragam, ada yang pulang sekolah membantu bekerja orangtuanya seperti di pesisir. Menurut saya memang karena sudah diketok SKnya, dijalankan tapi dengan evaluasi," pungkasnya.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini