Image

Perjalanan Mudik, Jangan Anggap Enteng Memeriksa Tekanan Ban Mobil

Santo Evren Sirait, Jurnalis · Jum'at, 16 Juni 2017 - 08:30 WIB
Ilustrasi cek tekanan angin ban (Budujesz) Ilustrasi cek tekanan angin ban (Budujesz)

JAKARTA - Berbagai persiapan harus dilakukan calon pemudik jika membawa kendaraan pribadi atau mobil. Satu komponen yang tidak boleh luput dari pengecekan adalah ban. Jika tidak bisa melakukannya sendiri, calon pemudik bisa memanfaatkan bengkel resmi atau independen.

Namun selain pemeriksaan di bengkel, perlu upaya dari calon pemudik itu sendiri untuk membuat perjalanan aman, misalnya tidak membawa barang bawaan dalam jumlah banyak.

Jika terpaksa membawa barang bawaan yang banyak jangan lupa untuk menyesuaikan tekanan angin pada ban sebelum berangkat.

Jika tekanan tidak disesuaikan maka gaya gesek tapak ban ke aspal semakin lebar, sehingga menambah kerja mesin yang bisa menyedot bahan bakar lebih banyak. Selain pengaruh konsumsi bahan bakar, bukan tidak mungkin dampak tekanan ban ke keselamatan. Sehingga tekanan ban tidak bisa dianggap enteng.

"Kalau muatannya banyak atau bawa barang banyak sebagainya ditambah tekanan ban 1-2 psi. Tapi hati-hati jangan terlalu berat dan jangan sampai melebihi kapasitas. Kenapa karena gaya-gaya yang bekerja di mobil ini akan berbeda," ujar Poedyo Santosa, instruktur senior Indonesia Road Safety (Irsa).

Biasanya, lanjut Poedyo, pemudik membawa barang bawaan tambahan di atap mobil. Hal itu tidak disarankan, apalagi mobil yang tak dilengkapi roof rail.

"Sedikit banyak barang bawaan akan mengurangi aerodinamisnya, maka lakukan persiapan semuanya sebelum kita jalan," pungkas Poedyo. (san)

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming